Trump Sewot ke Paus Leo yang Kritik Perang AS-Iran: Saya Bukan Fansnya
Presiden Donald Trump mengaku "bukan penggemar besar" Paus Leo XIV setelah pemimpin umat Katolik dunia itu mengkritiknya soal perang dengan Iran dan menyerukan perdamaian.
Trump bahkan Paus Leo XIV orang yang lemah dan "bermain-main" dengan negara yang memiliki senjata nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bukan penggemar besar Paus Leo. Dia sangat liberal, dan dia adalah seseorang yang tidak percaya pada upaya menghentikan kejahatan," kata Trump kepada wartawan di Joint Base Andrews, Maryland, Minggu (12/4).
"Saya tidak ingin seorang Paus yang menganggap tidak masalah bagi Iran memiliki senjata nuklir. Paus Leo LEMAH dalam menangani kejahatan, dan buruk dalam kebijakan luar negeri," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Trump bahkan menganggap Paus Leo XIV tidak akan terpilih tanpa jasa AS terutama di bawah kepemimpinannya.
Trump juga menyatakan bahwa Paus Leo terpilih "karena ia orang Amerika, dan mereka menganggap itu cara terbaik untuk menghadapi Presiden Donald J. Trump."
"Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," ujarnya seperti dikutip AFP.
Tak lama kemudian, Trump mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang tampak menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus.
Dalam gambar tersebut, ia terlihat mengenakan jubah merah-putih sambil "menyembuhkan" seseorang dengan tangannya, dengan bendera Amerika Serikat di latar belakang. Sebelumnya, Trump dan Gedung Putih juga pernah membagikan gambar AI di media sosial, termasuk yang menampilkan dirinya berpakaian seperti Paus.
Pada Sabtu (11/4), Paus Leo XIV secara terbuka mendesak para pemimpin dunia untuk mengakhiri kekerasan dan menyerukan perdamaian di tengah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu ke Iran memicu perang di Timur Tengah hingga hari ini.
"Cukup dengan penyembahan terhadap diri sendiri dan uang! Cukup dengan pamer kekuasaan! Cukup dengan perang!" seruan Paus Leo XIV kepada umat di Basilika Santo Petrus Vatikan.
Di awal-awal perang AS-Iran pecah, Paus Leo XIV juga sempat menyampaikan homili atau khotbah Minggu Palma di Vatikan bahwa Yesus tidak mendengarkan doa-doa orang yang sedang berperang.
Pemimpin tertinggi umat Katolik menyebut Yesus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang apa pun.
"Inilah tuhan kita, Yesus Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata paus pertama asal Amerika Serikat kepada umat Katolik di St. Peter's Square, Vatikan, Minggu (29/3) dikutip Reuters.
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

