3 Poin Tuntutan Iran soal Gencatan yang Dilanggar AS, Apa Saja?

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 08:55 WIB
Iran menganggap Amerika Serikat sudah melanggar 3 poin tuntutannya untuk memulai negosiasi di hari menyepakati gencatan senjata, Rabu (8/4).
Iran menganggap Amerika Serikat sudah melanggar 3 poin tuntutannya untuk memulai negosiasi di hari menyepakati gencatan senjata, Rabu (8/4). (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menganggap Amerika Serikat sudah melanggar 3 poin tuntutannya untuk memulai negosiasi di hari menyepakati gencatan senjata, Rabu (8/4).

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan tiga klausul dalam proposal 10 poin Iran untuk mengakhiri perang telah dilanggar AS bahkan sebelum negosiasi dimulai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang terhadap berbagai bentuk komitmen-sebuah pola yang, sayangnya, kembali terulang,"tulis Ghalibaf di unggahan X-nya pada Rabu (8/4) beberapa jam setelah gencatan AS-Iran diumumkan.

"Kini, 'dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk bernegosiasi' justru telah dilanggar secara terbuka dan jelas, bahkan sebelum perundingan dimulai. Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral maupun negosiasi menjadi tidak masuk akal," paparnya menambahkan.

Berikut tiga poin yang dilanggar oleh AS menurut Ghalibaf dalam pernyataannya di X:

  1. Ketidakpatuhan terhadap klausul pertama terkait gencatan senjata turut mencakup wilayah Lebanon. Menurut Ghalibaf, poin ini juga secara tegas dirujuk oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif sebagai mediator, di mana "gencatan senjata segera di seluruh wilayah, termasuk Lebanon dan kawasan lainnya, yang berlaku seketika";
  2. Masuknya sebuah drone ke wilayah udara Iran, yang kemudian dihancurkan di kota Lar, Provinsi Fars. Menurut Ghalibaf, ini merupakan pelanggaran jelas terhadap klausul yang melarang setiap pelanggaran lebih lanjut atas wilayah udara Iran;
  3. Penyangkalan AS terhadap hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium, yang menurut Iran sebenarnya tercantum dalam klausul keenam dari 10 tuntutannya dan seharusnya telah disepakati AS sebelum menyatakan gencatan senjata.

"Sebagaimana telah dinyatakan secara jelas oleh Presiden Amerika Serikat dalam pernyataannya, proposal 10 poin Republik Islam Iran merupakan 'dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk bernegosiasi' sekaligus kerangka utama untuk pembicaraan ini. Namun, sejauh ini, tiga klausul dalam proposal tersebut telah dilanggar," ujar Ghalibaf.

Gencatan senjata Iran-AS dicapai setelah Presiden Donald Trump pada Rabu (8/4) sepakat menunda serangan terbaru AS ke Iran selama dua pekan.

Sebagai balasan, Teheran akan mulai membuka Selat Hormuz yang selama perang diblokade dan memicu kekacauan jalur perdagangan minyak dunia.

Iran akhirnya mau memulai perundingan dan membuka Selat Hormuz setelah Trump menyepakati 10 tuntutan Teheran sebagai syarat gencatan senjata.

Iran menganggap gencatan senjata ini "kemenangan" lantaran AS akhirnya menerima 10 tuntutannya. Sementara itu, Presiden Trump turut mengeklaim kemenangan atas Iran dengan dalih gencatan senjata tercapai karena perang sudah "melampaui tujuan militer AS."

"Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah," tulis Trump di media sosialnya.

"Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi," ujarnya menambahkan.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]