Iran Deklarasi Kemenangan usai Trump Sepakat Gencatan 2 Pekan

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 07:15 WIB
Iran menyambut baik kesepakatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda serangan selama dua pekan dan membuka Selat Hormuz, Rabu (8/4).
Iran menyambut baik kesepakatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda serangan selama dua pekan dan membuka Selat Hormuz, Rabu (8/4). (Foto: via REUTERS/Amir Kholousi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menyambut baik kesepakatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda serangan selama dua pekan dan membuka Selat Hormuz, Rabu (8/4).

Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Mehr News Agency, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang dilaporkan dimediasi oleh Pakistan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan tersebut menyebut kesepakatan yang dicapai dengan persetujuan Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei, itu merupakan "kemenangan" bagi Iran. Teheran juga mengeklaim gencatan senjata tercapai setelah Trump mau menerima 10 poin tuntutan Iran.

Selama gencatan senjata, Iran dan AS akan memulai negosiasi yang diharapkan bisa mengakhiri perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu ini.

"Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk proses [negosiasi] tersebut. Periode ini bisa diperpanjang atas kesepakatan kedua pihak," demikian pernyataan dewan tersebut.

"Selama periode ini, penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat," lanjut mereka.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga mengeluarkan pernyataan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi di X pada Selasa (7/4).

"Atas nama Republik Islam Iran, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada saudara-saudara saya yang terkasih, Yang Mulia Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Yang Mulia Marsekal Lapangan Munir, atas upaya tanpa lelah mereka untuk mengakhiri perang di kawasan ini," kata Araghchi.

Menlu itu juga mengatakan jika serangan terhadap Iran dihentikan, Pasukan Korps Garda Revolusi Islam juga akan turut menghentikan operasi balasan terhadap mereka.

Di kesempatan tersebut, Araghchi turut membahas jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz yang ditutup Iran imbas serangan brutal Amerika Serikat dan Israel.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," kata dia.

(isa/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]