Ancaman Invasi AS ke Iran Sering Dikaitkan Perang Vietnam, Kenapa?

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 07:45 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertekad menaklukkan Iran lewat invasi darat, ribuan pasukan diterjunkan.
Perang AS-Israel vs Iran. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertekad menaklukkan Iran lewat invasi darat, ribuan pasukan diterjunkan.

Namun Iran memberi peringatan kepada AS akan bernasib seperti perang Vietnam. "Baca saja apa yang terjadi di Vietnam," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam sebuah wawancara dengan Sky News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pakar pun memperingatkan bahwa tentara AS akan bernasib sama seperti perang Vietnam.

Perang Vietnam terjadi pada 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dingin antara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis di timur dan kapitalisme barat yang diwakili AS.

Tentara AS diterjunkan ke Vietnam untuk memenangkan perang. Namun yang diderita justeru kekalahan.

Penyebab AS kalah

Meski tentara AS memiliki senjata konvensional yang unggul, tetapi tidak efektif melawan negara yang belum terindustrialisasi dan tentara yang menggunakan taktik gerilya serta memanfaatkan hutan lebat sebagai tempat berlindung.

Dikutip dari laman BBC, tentara Vietnam Utara berdedikasi untuk memperjuangkan kemerdekaan dan komunisme.

Mereka sangat setia kepada kepemimpinan mereka, yang telah memberikan reformasi agraria di utara.

Para prajurit Vietcong bertarung di medan yang sudah dikenal. Mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang medan.

Mereka memenangkan hati dan pikiran rakyat Vietnam Selatan dengan tinggal di desa-desa dan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem terowongan, jebakan, dan perlindungan hutan mereka membuat mereka sulit dikalahkan dan sulit ditemukan.

Sementara dalam negeri AS kecaman terus mengalir. Liputan media yang brutal dan meningkatnya jumlah korban jiwa memicu gerakan anti-perang yang besar di AS, menekan pemerintah untuk menarik diri.

Pada puncak peperangan, AS menempatkan lebih dari setengah juta tentara di Vietnam.

Biaya yang dihabiskan untuk itu pun sangat mencengangkan. Pada tahun 2008, sebuah laporan Kongres AS memperkirakan total pengeluaran untuk perang adalah US$686 miliar (lebih dari US$950 miliar atau Rp14.323 triliun dalam kurs saat ini).

Tentara AS kalah dan menarik seluruh pasukan pada 1975. Pasukan ditarik dengan korban nyawa sebanyak 58 ribu tentara AS tewas.

(imf/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]