Lebih dari 100 Pakar AS Kritik Serangan ke Iran, Singgung War Crime

CNN Indonesia
Jumat, 03 Apr 2026 10:00 WIB
Lebih dari 100 pakar hukum AS menilai serangan ke Iran berpotensi melanggar hukum internasional dan memicu kejahatan perang.
Ilustrasi. Lebih dari 100 pakar hukum internbasional dari kampus ternama di Amerika kritisi Trump dan pejabat AS terkiat perang di Iran. (AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lebih dari 100 pakar hukum internasional di Amerika Serikat menilai serangan militer AS ke Iran berpotensi masuk kategori kejahatan perang, seiring eskalasi konflik yang terus meningkat.

Mengutip Reuters, lebih dari 100 ahli hukum dari berbagai universitas ternama, seperti Harvard, Yale, Stanford, dan University of California, menandatangani surat terbuka yang menyoroti tindakan militer AS serta pernyataan pejabat tinggi negara tersebut.

Dalam surat yang dirilis melalui jurnal kebijakan Just Security, para ahli menyebut tindakan dan retorika pemerintah AS menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi pelanggaran hukum internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meningkatkan kekhawatiran serius terkait pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional, termasuk potensi kejahatan perang," tulis para ahli dalam surat tersebut.

Mereka secara khusus menyoroti serangan yang disebut mengenai fasilitas sipil, seperti sekolah, layanan kesehatan, dan permukiman warga. Salah satu yang menjadi sorotan adalah serangan terhadap sekolah di Iran pada hari pertama konflik.

Militer AS sebelumnya menyatakan telah meningkatkan investigasi atas serangan pada 28 Februari terhadap sekolah perempuan di Iran, setelah laporan media mengindikasikan kemungkinan keterlibatan pasukan AS. Bulan Sabit Merah Iran menyebut serangan itu menewaskan 175 orang.

Kekhawatiran juga muncul dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilai provokatif. Dalam pidato televisi pada Rabu (1/4), Trump kembali mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran, termasuk menargetkan infrastruktur energi.

"Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu," ujar Trump.

Para ahli juga menyinggung pernyataan Trump sebelumnya pada pertengahan Maret yang menyebut kemungkinan serangan dilakukan "hanya untuk bersenang-senang", serta pernyataan pejabat Pentagon yang menyebut AS tidak berperang dengan "aturan keterlibatan yang bodoh".

Selain itu, kelompok advokasi Muslim di AS turut memperingatkan bahwa retorika Trump selama konflik bersifat "tidak manusiawi" dan berpotensi memperburuk situasi.

Konflik antara AS, Israel, dan Iran sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari dan terus memanas. Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran, serta serangan balasan Iran ke Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS, dilaporkan telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.

(lau/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]