Kronologi Satu Prajurit TNI Tewas Kena Proyektil Israel di Lebanon

CNN Indonesia
Senin, 30 Mar 2026 10:31 WIB
Kronologi satu prajurit TNI tewas dan satu personel lainnya luka kritis kena serangan proyektil Israel di pos UNIFIL Lebanon.
Kronologi satu prajurit TNI tewas dan satu lainnya kritis kena serangan proyektil Israel di Lebanon. (AFP/RABIH DAHER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL), tewas kena serangan Israel.

Dalam pernyataannya, UNIFIL mengatakan salah satu pasukan penjaga perdamaian tewas usai terkena proyektil yang menghantam salah satu pos penjagaan pada Minggu (29/3) malam waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan tersebut, proyektil itu meledak di salah satu pos jaga dekat desa Adchit al Qusayr di Lebanon selatan.

"Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr," demikian pernyataan UNIFIL.

Selain satu prajurit TNI yang tewas, seorang personel TNI lainnya juga mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil tersebut.

"Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan," demikian pernyataan UNIFIL, dikutip Reuters.

"Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawa dalam melayani tujuan perdamaian," lanjut pernyataan tersebut.

Media pemerintah Lebanon NNA sebelumnya melaporkan bahwa posisi yang terkena dampak ledakan proyektil itu milik batalion Indonesia yang bertugas bersama UNIFIL.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga telah mengonfirmasi tewasnya satu prajurit TNI di Lebanon.

Dalam akun media sosial X resmi, Guterres menyampaikan kutukan keras atas serangan yang menewaskan satu personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.

"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ia melanjutkan pernyataannya.

Kota Adchit al Qusayr terletak di dekat perbatasan selatan Lebanon dengan Israel. Di wilayah itu, pasukan Israel ditempatkan untuk memerangi milisi Hizbullah selama sebulan terakhir.

Ledakan proyektil yang menewaskan TNI di UNIFIL juga terjadi saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk memperluas invasi daratnya di Lebanon pekan ini.

Perintah Netanyahu datang saat pasukan Israel telah menyerbu masuk di beberapa wilayah Lebanon selatan menuju Sungai Litani, untuk mengusir milisi Hizbullah.

"Saya baru saja menginstruksikan untuk memperluas zona penyangga keamanan yang ada. Kami bertekad untuk secara fundamental mengubah situasi di utara Israel," kata Netanyahu dalam pernyataan video, seperti dikutip Al Jazeera.

(dna/bac) Add as a preferred
source on Google