Prancis Wanti-wanti Netanyahu Jangan Caplok Lebanon Selatan
Prancis mendesak Israel menahan diri untuk mengirim pasukan untuk mengambil alih wilayah di Lebanon Selatan.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mewanti-wanti Israel akan mendapat konsekuensi jika terus melancarkan niatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendesak pihak berwenang Israel untuk menahan diri dari operasi darat semacam itu, yang akan memiliki konsekuensi kemanusiaan yang besar dan akan memperburuk situasi negara yang sudah mengerikan," kata Barrot, dikutip AFP, Rabu (25/3).
Lebih lanjut, Barrot menyerukan Israel untuk memanfaatkan kesempatan bersejarah berdialog dengan pemerintah Lebanon.
Ia mencatat bahwa selama kunjungan ke Lebanon pada 19 Maret, Presiden Joseph Aoun menyerukan gencatan senjata dan membuka negosiasi dengan Israel untuk menghentikan perang Israel-Hizbullah.
"Ini adalah momen yang harus dimanfaatkan, ini bersejarah, dan momen itu adalah sekarang," kata Barrot, seraya menyerukan dialog politik tingkat tinggi dengan pemerintah Lebanon.
Komentar itu muncul usai Israel sebelumnya menyatakan akan mengambil alih kendali Lebanon selatan hingga Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah usai milisi yang didukung Iran Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret dalam rangka membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sejak saat itu, Israel melancarkan serangan di seluruh Lebanon dan telah menewaskan sedikitnya 1.072 orang. Pemerintahan Benjamin Netanyahu juga telah mengirim pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon.
(isa/rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

