Rusia Wanti-wanti AS Bahaya Besar Serangan di Sekitar PLTN Iran
Pemerintah Rusia memperingatkan Amerika Serikat terkait serangan di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran. Mereka menilai itu sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan konsekuensi serius.
Juru bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan kekhawatiran tersebut telah disampaikan langsung kepada Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan seperti itu sangat berbahaya dan bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki," kata Peskov, Senin (23/3), seperti dilansir Reuters.
Peringatan itu muncul setelah sebuah proyektil dilaporkan menghantam area sekitar PLTN Bushehr pada Selasa (17/3) malam.
Pusat Diplomasi Publik Organisasi Energi Atom Iran menyebut insiden terjadi sekitar pukul 19.00 waktu Teheran. Namun, tidak ada kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Pihak berwenang memastikan fasilitas utama tidak terdampak, seluruh sistem tetap beroperasi normal, serta tidak ada korban jiwa maupun luka di kalangan pekerja. Insiden itu juga telah dilaporkan kepada Badan Energi Atom Internasional.
Meski demikian, Iran menilai serangan terhadap fasilitas nuklir melanggar hukum internasional.
Teheran juga memperingatkan bahwa gangguan terhadap fasilitas nuklir berpotensi menimbulkan dampak serius, bahkan meluas ke kawasan, termasuk negara-negara di wilayah Teluk.
AS sebelumnya bekerja sama dengan Israel menyerang fasilitas gas utama di kawasan teluk yang dimiliki Iran, South Pars pada Rabu (18/3).
Ladang gas raksasa South Pars/North Dome adalah cadangan gas terbesar yang diketahui di dunia. Ladang tersebut memasok sekitar 70 persen gas alam domestik Iran.
Iran, yang berbagi ladang besar tersebut dengan raksasa energi Qatar, telah mengembangkan bagiannya sejak akhir tahun 1990-an.
"Beberapa saat yang lalu, sebagian fasilitas gas yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh dihantam roket yang ditembakkan oleh musuh Amerika-Zionis [AS dan Israel]," demikian diberitakan stasiun televisi pemerintah Iran seperti dikutip dari AFP.
Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan akan menghancurkan sektor energi Teluk yang jadi sekutu AS jika sektor energinya diserang lagi
IRGC mengancam akan menyerang infrastruktur minyak dan gas negara kawasan yang jadi sekutu AS yakni Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Lihat Juga : |
Kemudian pada hari itu, serangan rudal Iran juga menyebabkan kerusakan besar di fasilitas gas Ras Laffan di Qatar, yang menuai kecaman keras dari negara Teluk tersebut.
"Kami memperingatkan Anda sekali lagi bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi Republik Islam, dan tanggapannya sedang dilaksanakan," demikian pernyataan yang dimuat oleh media Iran.
"Jika hal itu diulangi lagi, serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi Anda dan sekutu Anda tidak akan berhenti sampai benar-benar hancur, dan tanggapan kami akan jauh lebih keras daripada serangan malam ini," tambahnya.
(lau/chri) Add
as a preferred source on Google

