Serangan Udara Hantam Stasiun Penyiaran Iran, Satu Orang Tewas

CNN Indonesia
Senin, 23 Mar 2026 11:31 WIB
Media pemerintah Iran melaporkan serangan mematikan menyasar stasiun penyiaran dan mengakibatkan satu orang tewas.
Ilustrasi. Media pemerintah Iran melaporkan serangan mematikan menyasar stasiun penyiaran dan mengakibatkan satu orang tewas. (via REUTERS/Majid Asgaripour)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media pemerintah Iran melaporkan serangan mematikan yang menyasar stasiun penyiaran di wilayah selatan negara mereka pada Senin (23/3). Serangan itu mengakibatkan setidaknya satu orang tewas dan satu lainnya luka-luka.

Dalam laporannya, lembaga penyiaran resmi Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) menyebutkan fasilitas yang menjadi target adalah pemancar AM berkekuatan 100 kilowatt milik Pusat Radio dan Televisi Teluk Persia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemancar AM 100 kilowatt dari Pusat Radio dan Televisi Teluk Persia diserang oleh tentara teroris Amerika-Zionis," lapor IRIB seperti diberitakan AFP. 

Pihak otoritas Iran mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Mereka juga memberikan penghormatan khusus kepada korban yang gugur dalam peristiwa ini.

"Dalam serangan ini, yang bertentangan dengan hukum internasional, salah satu rekan keamanan pusat tersebut gugur dan satu orang lainnya terluka."

[Gambas:Video CNN]

Hingga berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Amerika Serikat atau Israel terkait tuduhan serangan spesifik ke fasilitas sipil dan penyiaran di wilayah pesisir selatan Iran tersebut.

Namun, Israel sebelumnya mengumumkan peluncuran gelombang serangan luas yang menargetkan infrastruktur pemerintah Iran di Teheran.

Pengumuman tersebut muncul beberapa sesaat setelah laporan mengenai serangkaian ledakan dahsyat yang menggetarkan berbagai sudut ibu kota Iran tersebut pada Senin (23/3) dini hari.

Sejumlah kantor berita lokal Iran, seperti diberitakan AFP, juga mengonfirmasi situasi mencekam ini sejak Senin pagi buta. Kantor berita Fars melaporkan bahwa serangan udara terjadi di beberapa lokasi sekaligus.

"Ledakan terdengar di Teheran," tulis media lokal Mehr melalui unggahan di Telegram.

Fars merinci lebih lanjut bahwa "serangan udara menargetkan area-area di Teheran," dengan spesifikasi lima wilayah berbeda yang melaporkan adanya "suara ledakan yang mengerikan."

Hingga saat ini, otoritas setempat masih terus memantau dampak kerusakan dan potensi korban akibat gelombang serangan udara terparah yang menghantam jantung negara tersebut.

Sementara itu, AS sudah memperingatkan semua warganya yang di luar neger, terutama Timur Tengah, untuk bersiaga penuh menyusul ancaman dari Presiden Donald Trump bahwa mereka akan menyerang infrastruktur energi Iran.

Trump menetapkan tenggat waktu 48 jam kepada Teheran untuk membuka penuh Selat Hormuz. Jika tidak dipatuhi, AS mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran.

Iran pun membalas dengan melontarkan ancaman keras, mereka siap menghantam infrastruktur vital milik Amerika Serikat di kawasan Teluk jika Washington benar-benar menyerang jaringan listriknya.

(afp/chri) Add as a preferred
source on Google