Eks Agen FBI Gugat Direktur, Terkait Kasus Pemilu Trump
Dua mantan agen khusus Federal Bureau of Investigation (FBI) menggugat direktur lembaga tersebut, Kash Patel, ke pengadilan federal di Washington D.C., Kamis (waktu setempat). Mereka mengklaim dipecat karena keterlibatan dalam penyelidikan upaya membalikkan hasil pemilu Presiden Amerika Serikat 2020 yang melibatkan Donald Trump.
Dalam gugatan yang diajukan secara anonim, kedua agen itu menyebut pemecatan terjadi pada musim gugur tahun lalu, setelah Trump dan para pendukungnya mendesak agar mereka disingkirkan.
Patel, yang sebelumnya menyebut para agen yang menangani kasus pemilu sebagai "aktor korup" yang "mempersenjatai penegakan hukum", disebut memecat keduanya tanpa proses sidang maupun investigasi internal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua agen tersebut sebelumnya ditugaskan dalam penyelidikan yang berujung pada dakwaan terhadap Trump pada 2023. Dalam kasus itu, Trump diduga memimpin konspirasi untuk menghalangi sertifikasi kekalahannya dari Joe Biden.
Namun, Departemen Kehakiman AS menghentikan perkara tersebut pada 2024 setelah Trump kembali terpilih sebagai presiden.
Dalam gugatan itu, para penggugat meminta pengadilan mengembalikan posisi mereka serta menyatakan bahwa pemecatan tersebut melanggar hak konstitusional mereka, termasuk kebebasan berpendapat dan hak atas proses hukum yang adil.
Juru bicara FBI menolak memberikan komentar terkait gugatan tersebut.
Mengutip Reuters, kedua agen itu diketahui bertugas di kantor lapangan Washington dan memiliki rekam jejak kinerja yang baik selama bertahun-tahun. Mereka juga terlibat dalam penyelidikan dugaan skema pembalikan hasil pemilu 2020 melalui penggunaan elektor palsu, dalam operasi yang dikenal sebagai "Arctic Frost".
Meski demikian, mereka menegaskan bahwa tugas tersebut bukan bagian utama pekerjaan mereka dan peran mereka dalam penyelidikan itu relatif kecil.
Selama kampanye pemilu 2024 hingga setelah kemenangannya, Trump dan para pendukungnya berulang kali menyatakan akan memburu pegawai pemerintah yang dianggap berseberangan secara politik, dengan FBI menjadi salah satu target utama.
Dalam sejumlah unggahan media sosial, Trump bahkan menyebut agen-agen yang terlibat dalam penyelidikan "Arctic Frost" sebagai "sampah total" dan "orang-orang kiri radikal".
Kedua agen itu dipecat antara akhir Oktober hingga awal November 2025. Mereka menerima surat pemecatan tanpa penjelasan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kinerja buruk atau pelanggaran disiplin.
Selain kehilangan pekerjaan, keduanya mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan baru. Surat pemecatan yang mereka terima disebut melarang mereka bekerja kembali di cabang eksekutif pemerintahan AS.
Tak hanya itu, mereka juga mengklaim berulang kali ditolak oleh organisasi lain karena kekhawatiran bahwa merekrut mereka dapat merusak hubungan dengan pemerintahan Trump.
(tis/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


