Pesawat Pengebom B-1 AS Mendarat di Inggris, Siapkan Serangan ke Iran
Sedikitnya tiga pesawat pengebom B-1 Lancer milik Angkatan Udara Amerika Serikat telah mendarat di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di Gloucestershire, Inggris selatan.
Pengerahan ini dilakukan saat Pentagon bersiap melancarkan lonjakan serangan terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Perang AS Pete Hegseth pada Kamis (5/3) menyebut AS akan menggunakan pangkalan di Inggris untuk secara dramatis meningkatkan serangan terhadap Iran.
"Ketika kami mengatakan masih akan ada lebih banyak lagi, itu berarti tambahan skuadron jet tempur, kemampuan militer, pertahanan, dan pengerahan pengebom yang lebih sering," ujar Hegseth, dikutip Middle East Eye.
Satu pesawat pengebom B-1 tiba di pangkalan udara itu pada Jumat (6/3) malam, sementara dua lainnya mendarat pada Sabtu (7/3) pagi.
Wilayah Gloucestershire diperkirakan akan kembali menerima kedatangan sejumlah pesawat militer AS lainnya dalam pekan mendatang.
Pesawat pengebom B-1 memiliki harga hingga US$2 miliar (sekitar Rp33,980 triliun) per unit dan mampu membawa sebanyak 24 rudal jelajah, sehingga dapat menjalankan misi jarak jauh tanpa terdeteksi.
Menurut Angkatan Udara AS, pesawat ini dapat dengan cepat mengirim sejumlah senjata presisi dan non-presisi ke target dimana pun di dunia.
Secara terpisah, sebuah pesawat kargo C-5 Galaxy juga telah tiba di pangkalan itu pada Jumat. Pesawat itu merupakan yang terbesar dalam armada militer AS.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Minggu mengatakan AS akan diizinkan menggunakan pangkalan militer Inggris untuk menargetkan lokasi rudal Iran.
Namun, Presiden AS Donald Trump menyindir Starmer tidak cukup kuat atau berani dalam seperti Winston Churchill, pemimpin Inggris yang terkenal tegas dan mendukung saat perang.
Kritik itu muncul setelah ia awalnya memblokir penggunaan pangkalan gabungan Inggris-AS di Diego Garcia Kepulauan Chagos, untuk menyerang Iran.
(isa/bac)[Gambas:Video CNN]


