Bangladesh Krisis BBM di Tengah Konflik Timur Tengah, Antrean Mengular

CNN Indonesia
Minggu, 08 Mar 2026 22:00 WIB
Pemilik mobil di Bangladesh antre berjam-jam untuk BBM akibat kekhawatiran krisis bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah.
Ilustrasi. Warga Bangladesh antre BBM di tengah konflik Timteng. (morgueFile/Irish_Eyes)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemilik mobil di Bangladesh mengantre berjam-jam untuk membeli bahan bakar minyak (BBM), Minggu (8/3) waktu setempat.

Situasi itu terjadi di tengah kekhawatiran warga bahwa perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran, negara teluk dan Israel akan menciptakan krisis bahan bakar yang serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Euronews, banyak yang menunggu semalaman di SPBU di Dhaka untuk mendapatkan bahan bakar.

Otoritas setempat menerapkan sistem penjatahan pemerintah yang memungkinkan mobil dan sepeda motor untuk mengambil bahan bakar dalam jumlah terbatas.

[Gambas:Video CNN]

Warga mengaku panik karena pemilik pom bensin mengatakan mereka berada di bawah tekanan berat untuk permintaan yang lebih tinggi.

Bangladesh diketahui mengimpor sekitar 95 persen minyak bakar dan 70 persen gasnya, terutama dari Timur Tengah.

Pemerintah Bangladesh mengatakan enam kapal yang membawa gas alam cair, minyak bakar, gas minyak cair, dan kondensat telah tiba di pelabuhan utama Chattogram dari Timur Tengah dan negara-negara Asia Timur untuk meringankan krisis.

Secara terpisah, lima kapal lainnya, yang membawa LNG, LPG, dan diesel, sedang dalam perjalanan ke Bangladesh.

(yoa/dal)


[Gambas:Video CNN]