Antisipasi Serangan Drone Iran, Bandara Dubai Ditutup Sementara

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Mar 2026 15:13 WIB
Operasional Bandara Internasional Dubai ditangguhkan akibat ancaman serangan drone Iran setelah ada objek dicegat pertahanan udara di atas kawasan tersebut.
Sejumlah pesawat penerbangan internasional diparkir di bandara Dubai imbas memanasnya konflik Timur Tengah setelah AS berkolaborasi dengan Israel serang Iran, dan yang diserang membalasnya. (REUTERS/Johannes P. Christo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Demi mengantisipasi serangan moda nirawak (drone) Iran yang menargetkan Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait, operasional penerbangan bandara internasional Dubai ditangguhkan atau ditutup sementara.

Mengutip dari AFP, alasan operasional salah satu bandara tersibuk di dunia sebagai tempat transit lalu lintas internasional itu ditangguhkan setelah sebuah objek dicegat oleh pertahanan udara di atas area tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demi keselamatan penumpang, staf bandara, dan awak maskapai penerbangan, operasional di Bandara Internasional Dubai (DXB) telah ditangguhkan sementara. Semua prosedur dikelola sesuai dengan protokol keselamatan yang telah ditetapkan," kata demikian pernyataan resmi yang diwartakan kantor media pemerintahan di Dubai, Sabtu (7/3).

Sebuah ledakan terdengar di atas bandara Dubai, UEA. Seorang saksi kepada AFP menuturkan ledakan itu diikuti kepulan asap di udara.

Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan sejumlah pesawat berputar di atas bandara dalam pola menunggu (holding pattern).

Maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah yang bermarkas pusat di Dubai, Emirates, juga mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka menangguhkan semua penerbangan di wilayah itu hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Mohon jangan pergi ke bandara [Dubai]," kata maskapai tersebut.

Sebelumnya, Iran menyatakan angkatan lautnya meluncurkan gelombang serangan drone terbaru yang menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait, Sabtu (7/3).

Gelombang serangan balasan terbaru Iran ini berlangsung di hari kedelapan perangnya melawan AS-Israel sejak 28 Februari lalu.

"Angkatan Laut Iran menargetkan pangkalan Amerika dan wilayah pendudukan dengan gelombang besar serangan drone," kata militer dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi IRNA.

Pernyataan itu menyebut sasaran serangan termasuk pangkalan Al Minhad di UEA dan satu pangkalan lainnya di Kuwait, serta sebuah 'fasilitas strategis' di Israel.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan Kementerian Pertahanan Arab Saudi juga mencegat enam drone yang menuju ladang minyak Shaybah. Semua drone tersebut dikabarkan berhasil dicegat.

Satu drone lainnya berhasil dicegat dan dihancurkan dalam serangan terpisah yang mengarah ke ibu kota, Riyadh.

Kementerian Pertahanan Qatar juga melaporkan gelombang serangan drone baru pada Jumat hampir lewat tengah malam.

Sepuluh drone ditembakkan dari Iran menuju Qatar. Sembilan berhasil dicegat dan dihancurkan, tetapi satu di antaranya dilaporkan berhasil mencapai daratan dan jatuh di daerah terpencil.

Serangan balasan Iran pada Sabtu lalu juga dilaporkan menghantam Bandara Abu Dhabi, kawasan mewah Palm Jumeirah, dan hotel mewah Burj Al Arab, sementara puing-puing drone menyebabkan kebakaran di Konsulat Amerika Serikat di Dubai pada Selasa.

Namun, Iran membantah sejumlah serangan drone ke fasilitas sipil di negara Arab dengan menekankan Teheran hanya menyasar situs militer dan aset lainnya yang dipakai Amerika Serikat.

Teheran menuding sejumlah serangan drone yang menyasar fasilitas sipil hingga kilang minyak di Timteng dilakukan Israel dalam false flag operation supaya menjadikan Teheran kambing hitam dan membenarkan negara-negara Arab menyerang Iran.

(afp/kid)


[Gambas:Video CNN]