Akun Resmi X Khamenei Unggah Pesan Misterius Usai Disebut Trump Tewas
Sebuah pesan singkat dan samar muncul di akun resmi X Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (1/3) dini hari WIB. Unggahan ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengeklaim bahwa Khamenei telah tewas.
Pesan yang ditulis dalam bahasa Persia tersebut, jika diterjemahkan, berbunyi: "Atas nama Nami Haider (damai bersamanya)."
Unggahan singkat tersebut tidak memberikan penjelasan, konteks, maupun konfirmasi langsung mengenai kondisi kesehatan Khamenei. Pesan itu juga sama sekali tidak menyinggung klaim kematian yang dilontarkan pihak Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama "Haider" dalam tradisi Islam sering dikaitkan dengan Imam Ali bin Abi Thalib. Penggunaan frasa "damai bersamanya" menunjukkan pesan bernada religius yang samar.
Hingga berita ini ditayangkan, belum jelas apakah pesan ini merupakan kode perlawanan, pengumuman syahid Khamenei, ataukah unggahan otomatis yang sudah dijadwalkan sebelumnya oleh akun resmi Khamenei di X.
Khamenei sendiri telah memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas politik serta agama tertinggi di negara tersebut.
Di sisi lain, Donald Trump memberikan pernyataan yang jauh lebih konfrontatif. Ia menyebut tewasnya Khamenei sebagai peluang bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka dari "komplotan preman haus darah."
Trump juga mengeklaim bahwa sistem intelijen AS dan Israel telah melacak Khamenei dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi sehingga ia tidak bisa menghindar.
"Kematian Khamenei bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tapi bagi seluruh warga Amerika yang hebat dan orang-orang dari banyak negara di dunia yang telah dibunuh atau cacat akibat ulah Khamenei," tulis Trump dalam platform Truth Social.
Trump menegaskan bahwa operasi militer tidak akan berhenti pada kematian Khamenei saja. Ia menyebut bahwa dalam satu hari, Iran telah "sangat hancur, bahkan luluh lantak."
"Pengeboman berat dan presisi akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang minggu, atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita: PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN DUNIA!" ujar Trump.
Trump juga menyatakan keinginannya agar pasukan Garda Revolusi (IRGC) dan kepolisian Iran melakukan "penggabungan secara damai" dengan kelompok patriot Republik Islam dan tidak lagi memberikan perlawanan.
(wiw)[Gambas:Video CNN]


