Kuba Serang Kapal Cepat dari AS, 4 Orang Tewas

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 19:35 WIB
Pemerintah Kuba berhasil menggagalkan penyusup bersenjata dari Amerika Serikat setelah baku tembak di perairannya.
Iustrasi. (iStockphoto/Lisa-Blue)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kuba berhasil menggagalkan penyusup bersenjata dari Amerika Serikat setelah baku tembak di perairannya.

Serangan Kuba tersebut ke kapal yang disebut dari AS itu menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya, pada Rabu (25/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Dalam Negeri Kuba menyatakan kapal itu dicegat sekitar satu mil laut dari Pulau Cayo Falcones di lepas pantai utara Kuba.

Saat kapal penjaga pantai mendekat, tembakan dilepaskan dari kapal yang disebut "ilegal" itu hingga melukai komandan kapal Kuba.

"Akibat bentrokan itu, hingga laporan ini dibuat, empat penyerang tewas dan enam lainnya terluka," ujar Kementerian dikutip AFP.

Kementerian juga menambahkan bahwa korban luka telah dievakuasi dan mendapat bantuan medis.

Menurut Kementerian, senapan serbu, pistol, bom molotov, serta perlengkapan bergaya militer ditemukan di kapal itu.

Sepuluh penumpangnya disebut sebagai warga Kuba yang tinggal di AS. Orang-orang yang ditangkap mengaku ingin menyusup untuk melakukan aksi teror.

"Mereka berniat melakukan infiltrasi untuk tujuan terorisme," ujar Kementerian.

Kementerian merilis nama tujuh orang di kapal, sebagian besar memiliki catatan kriminal di Kuba. Seorang pria yang dikirim dari AS juga ditangkap dan mengakui insiden itu.

Insiden ini memicu ketegangan baru antara Havana dan Washington. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan fakta dan akan merespons setelah informasi lengkap diperoleh.

"Kami tidak akan mendasarkan kesimpulan pada apa yang mereka (Kuba) sampaikan kepada kami, dan saya sangat yakin kami akan mengetahui cerita lengkap tentang apa yang terjadi di sini," kata Rubio saat berada di St Kitts dan Nevis.

Ia menambahkan AS akan mengambil langkah setelah memperoleh informasi lebih lanjut. Sementara itu, Jaksa Agung Florida dan anggota Kongres AS Carlos Gimenez mendesak penyelidikan menyeluruh atas insiden itu.

"Otoritas AS harus memastikan apakah ada korban yang merupakan warga negara atau penduduk sah AS dan menetapkan secara tepat apa yang terjadi," ujarnya.

Ia juga melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Kuba. Pemerintah Kuba kerap melaporkan adanya penyusupan kapal cepat dari AS ke perairan teritorialnya.

Insiden semacam ini sering dikaitkan dengan penyelundupan manusia atau perdagangan narkoba dan melibatkan pengejaran serta baku tembak.

Penembakan terjadi di tengah pelonggaran pembatasan minyak AS terhadap Kuba setelah penggulingan Nicolas Maduro di Venezuela.

Blokade minyak yang berlangsung lebih dari sebulan telah memperburuk kondisi ekonomi Kuba yang sudah tertekan embargo.

Dalam beberapa pekan terakhir, Meksiko dan Kanada turut mengirim bantuan ke pulau itu.

(rnp/bac)


[Gambas:Video CNN]