CIA Gencar Rekrut Informan Besar-besaran di Iran

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 12:30 WIB
CIA rekrut informan secara besar-besaran di Iran di tengah ancaman serangan militer Trump dan demo anti-pemerintah di Teheran.
CIA rekrut informan Iran besar-besaran di tengah ancaman serangan militer Trump. Foto: AFP Photo/Saul Loeb
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) aktif mengumpulkan informan secara besar-besaran di Iran, melalui sebuah pesan video yang diunggah di media sosial.

Pada Selasa (24/2), dalam video berbahasa Farsi CIA menawarkan bantuan kepada calon informan tentang cara menghubungi badan intelijen tersebut secara aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Halo, Badan Intelijen Pusat (CIA) mendengar Anda dan ingin membantu," demikian keterangan CIA dalam pesan itu.

"Berikut beberapa kiat tentang cara melakukan panggilan virtual yang aman dengan kami," lanjut pesan CIA, dilansir dari Associated Press.

Video yang diunggah di X, Instagram, hingga Youtube itu telah ditonton hingga jutaan kali dalam beberapa jam. Pesan video ini juga menjadi yang terbaru dalam sederet ajakan perekrutan informan yang pernah diunggah sebelumnya oleh CIA dalam bahasa Farsi, Korea, Rusia, dan Mandarin.

Dalam pesan itu, CIA menginstruksikan informan untuk menggunakan jaringan pribadi virtual atau VPN untuk menghindari pengawasan internet, dan menggunakan perangkat elektronik sekali pakai yang tidak mudah dilacak kembali ke penggunanya.

Selain itu, CIA juga menyarankan informan untuk menggunakan peramban web pribadi dan menghapus riwayat internet, untuk menutupi jejak pencarian mereka.

Instruksi itu juga mencakup cara untuk menghubungi CIA melalui situs web publik atau di darknet. CIA juga telah mengunggah instruksi serupa dalam bahasa Rusia.

Unggahan CIA muncul di tengah aksi demonstrasi anti-pemerintah yang diluncurkan mahasiswa di sejumlah kampus sejak empat hari terakhir.

Pekan ini, delegasi Iran dan Amerika Serikat juga kembali melanjutkan negosiasi nuklir putaran ketiga di Jenewa, Swis. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir, seperti yang dituduhkan AS.

Iran juga menegaskan bahwa kesepakatan bisa dicapai, jika diplomasi diprioritaskan. Iran juga menegaskan akan mempertahankan kedaulatannya "dengan berani" di dalam negeri dan di meja perundingan.

(dna)