Pemukim Israel Bakar Masjid di Tepi Barat Palestina saat Ramadan

CNN Indonesia
Selasa, 24 Feb 2026 14:56 WIB
Pemukim ilegal Israel kembali berulah bakar masjid di Tepi Barat Palestina saat Ramadan.
Pemukim Israel bakar masjid di Tepi Barat saat Ramadan. Foto: AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemukim ilegal Israel mencoret dan membakar sebuah masjid di Tepi Barat yang diduduki, pada bulan suci Ramadan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina sejak perang di Gaza pecah.

Menurut kantor berita Wafa, para pemukim mencoret slogan-slogan rasis di dinding Masjid Abu Bakr as-Siddiq yang berada di antara Sarra dan Tal, dekat Nablus, wilayah utara Tepi Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jemaah yang datang untuk salat Subuh melihat pintu masuk masjid hangus dan dipenuhi asap hitam, serta sejumlah kerusakan di area bangunan, sebagaimana dilaporkan AP.

"Saya kaget ketika membuka pintu. Api telah membakar area ini, kaca pecah, dan pintu di rusak," kata Munir Ramadan, warga setempat, dikutip Al Jazeera.

Ia mengatakan rekaman kamera pengawas memperlihatkan dua orang mendekati masjid dengan membawa bensin dan cat semprot sebelum melarikan diri.

Pelaku juga mencoret grafiti yang menghina Nabi Muhammad serta menulis kata "balas dendam" dan "price tag". Istilah itu kerap digunakan untuk menyebut serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Militer dan kepolisian Israel menyatakan telah merespons insiden itu dan tengah memburu para pelaku.

Namun, kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) menilai otoritas Israel kerap membiarkan kekerasan pemukim terjadi tanpa konsekuensi hukum.

Organisasi HAM Israel B'Tselem menuduh pemerintah Israel secara aktif mendukung kekerasan pemukim sebagai bagian dari strategi memperkuat penguasaan atas tanah Palestina.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya juga memperingatkan serangan pemukim kerap terjadi dengan persetujuan atau bahkan dukungan aparat keamanan Israel.

Serangan terhadap masjid ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak agresi di Gaza pada Oktober 2023.

Berdasarkan data terbaru PBB, sebanyak 1.094 warga Palestina tewas akibat tindakan pasukan dan pemukim Israel di wilayah itu sejak konflik dimulai.

Pekan lalu, Dewan HAM PBB menyatakan kebijakan Israel di Tepi Barat, penggunaan kekuatan dan pembongkaran rumah warga Palestina, berkontribusi pada pengusiran komunitas Palestina.

Laporan itu menyebut situasi itu berpotensi mengarah pada pemindahan paksa dan menimbulkan kekhawatiran serius akan perubahan demografis di wilayah yang diduduki.

Di desa Tal, warga Salem Ishtayeh mengatakan serangan masjid secara khusus menyasar warga Palestina yang sedang berpuasa Ramadan.

"Mereka sengaja memprovokasi dengan kata-kata. Mereka bukan hanya menyerang secara pribadi, tetapi juga menyerang agama Islam," ujarnya.

Menurut Kementerian Urusan Agama Otoritas Palestina, pemukim telah merusak atau menyerang sebanyak 45 masjid di Tepi Barat sepanjang tahun lalu.

(rnp/dna)