Herzog soal Rapat Netanyahu-Trump: Demi Lawan 'Kerajaan Setan' Iran

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 16:35 WIB
Presiden Israel Isaac Herzog berharap pertemuan PM Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump dapat membantu menumpas "kerajaan setan" Iran.
Presiden Israel Isaac Herzog berharap pertemuan PM Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump dapat membantu menumpas "kerajaan setan" Iran. (Foto: AFP/Mark Schiefelbein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Israel Isaac Herzog berharap pertemuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dapat membantu menumpas "kerajaan setan" Iran.

Hal itu disampaikan Herzog menyusul kunjungan Netanyahu ke Washington untuk keenam kalinya sejak awal 2025 pada Selasa (10/2) waktu AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan Netanyahu kali ini berfokus membicarakan ancaman Iran, salah satunya mendesak AS untuk semakin menekan Iran agar menghentikan program pengembangan rudal balistiknya.

Berbicara disamping PM Australia Anthony Albanese di Canberra, Herzog berharap pertemuan Netanyahu dan Trump kali ini "sukses membawa perdamaian dan menumpas kerajaan setan dari Teheran".

"(Trump dan Netanyahu) juga akan membahas fase selanjutnya di Gaza yang penting bagi kita semua, yang saya harapkan dapat membawa masa depan yang lebih baik bagi kita semua," ucap Herzog seperti dikutip AFP.

Tiba di AS, Netanyahu diperkirakan akan mendesak Trump untuk mengambil sikap yang lebih keras soal nuklir Iran.

"Saya akan menyampaikan kepada presiden pandangan kami mengenai prinsip-prinsip untuk negosiasi," kata dia dalam sebuah video, dikutip AFP.

Netanyahu mulanya dilaporkan akan mengunjungi AS untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) perdana Board of Peace (BoP) pada 19 Februari di Washington.

Namun, dia ternyata mempercepat kunjungannya. Dalam rilis resmi soal kunjungan tersebut, Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan Netanyahu dan Trump akan membahas isu regional.

"[Mereka] membahas isu-isu regional, dan mereka memberikan pembaruan tentang putaran pertama negosiasi yang mereka adakan dengan Iran Jumat lalu," demikian rilis kantor PM Israel, dikutip AFP, Rabu.

Trump sementara itu, mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengirim armada kedua AS ke Timur Tengah guna menekan Iran.

"Entah kita akan membuat kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat sulit seperti terakhir kali," kata Trump.

"Kita punya armada yang sedang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul," imbuh dia ke media Axios.

Iran, lanjut Trump, sangat ingin membuat kesepakatan yang baik untuk mereka. Namun, dia percaya pemerintahan yang berbasis di Teheran itu selama ini telah menipu AS.

Pekan lalu, Iran dan AS menggelar negosiasi nuklir. Kedua pihak menyambut positif putaran pertama itu.

(rds)


[Gambas:Video CNN]