KILAS INTERNASIONAL

RI Akan Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza sampai Syarat Iran Kurangi Uranium

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 06:55 WIB
RI bakal kirim 8.000 pasukan ke Gaza sebagai bagian dari ISF hingga syarat Iran setuju kurangi pengayaan uranium.
RI siap kirim 8.000 pasukan TNI sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional. Ilustrasi. Foto: Dok. Puspen TNI
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia diperkirakan akan mengirimkan sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Sementara itu Iran disebut setuju untuk kurangi pengayaan uranium, jika Amerika Serikat juga mencabut semua sanksi atas Teheran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Rabu (11/2).

RI Bakal Kirim 8.000 Pasukan TNI ke Gaza Dukung Misi Board of Peace

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Pasukan ISF ini merupakan bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.

Prasetyo menuturkan hingga kini Indonesia masih mempersiapkan skema pengiriman pasukan, termasuk komposisi personel dari masing-masing negara yang terlibat.

Menurutnya, ada sekitar 20 ribu personel dari berbagai negara yang akan dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

Trump Ngotot Mau Ganti Rezim di Kuba

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membidik pergantian rezim di Kuba dengan menjajaki dukungan dari kalangan dalam pemerintahan Havana.

Upaya itu disebut dilakukan melalui pencarian pejabat Kuba yang bersedia menjalin kesepakatan dengan Washington.

The Wall Street Journal mengutip sejumlah pejabat AS anonim, melaporkan pada Rabu lalu pemerintahan Trump belum memiliki "rencana yang jelas" terkait Kuba.

Namun, penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer AS baru-baru ini disebut dijadikan contoh sekaligus peringatan bagi Kuba.

Iran Setuju Pangkas Pengayaan Uranium jika AS Lakukan Ini

Iran akan mempertimbangkan untuk mengurangi pengayaan uraniumnya apabila Amerika Serikat mencabut semua sanksi terhadap Teheran.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan Teheran bersedia mengurangi pengayaan uranium jika AS mencabut segala sanksi ekonominya terhadap Iran.

"Kemungkinan untuk mengurangi pengayaan uranium bergantung pada apakah semua sanksi dicabut sebagai imbalannya," kata Eslami pada Senin (9/2), seperti dikutip Reuters.

(dna)