Menlu Lavrov Tuduh Ukraina Dalang Penembakan Jenderal Rusia

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 19:45 WIB
Lavrov menyebut Ukraina berupaya membunuh Alexeyev karena ingin mengacaukan proses negosiasi Rusia-Ukraina.
Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Presiden Vladimir Putin. Foto: AFP/ALEXANDER KAZAKOV
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuding Ukraina dalang di balik penembakan Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev.

Dalam pernyataan pada Jumat (6/2), Lavrov menyebut Ukraina berupaya membunuh Alexeyev karena ingin mengacaukan proses negosiasi Rusia-Ukraina.

"Zelensky berupaya menggagalkan proses perdamaian," kata Lavrov, seperti dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alexeyev dilarikan ke rumah sakit usai ditembak pada Jumat (6/2) pagi. Seorang pria bersenjata tak dikenal melepas tembakan beberapa kali ke arahnya saat ia berada di apartemennya di ibu kota Moskow.

Alexeyev merupakan Wakil Kepala Badan Intelijen Militer GRU Kementerian Pertahanan Rusia.

Sejauh ini, tidak ada informasi mengenai kondisi Alexeyev pascapenembakan. Kementerian Pertahanan Rusia menolak berkomentar.

Sejumlah laporan yang belum bisa dikonfirmasi menyatakan Alexeyev dalam kondisi kritis karena ditembak dari belakang. Peristiwa itu disebut terjadi ketika ia berada di lobi lift apartemen sekitar pukul 07.00 pagi, demikian dikutip Moscow Times.

Sementara itu, menurut harian Kommersant, Alexeyev terluka di bagian lengan, kaki, dan dada. Pelaku disebut menunggunya hingga ia keluar apartemen.

Peristiwa ini merupakan serangan terbaru terhadap para pejabat keamanan Rusia sejak Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Pada Desember 2024, Letnan Jenderal Rusia Igor Kirillov, yang merupakan Kepala Pasukan Pertahanan Nuklir, tewas dalam serangan bom yang melekat pada skuter listrik di luar gedung apartemennya di tenggara Moskow.

Rusia kala itu juga menuduh Ukraina dalang di balik serangan tersebut.

Sejak Desember 2024, total empat pejabat keamanan Rusia tewas karena serangan di ibu kota maupun sekitarnya.

Belum ada pernyataan dari Ukraina mengenai peristiwa terbaru ini.

(blq/sur)


[Gambas:Video CNN]