Informan FBI Curiga Jeffrey Epstein Mata-Mata Israel

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 17:35 WIB
Informan FBI meyakini pelaku penjahat seks Jeffrey Epstein adalah mata-mata Israel Mossad.
Informan FBI curiga pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein seorang mata-mata Israel. Foto: AFP/HANDOUT
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang informan rahasia FBI (Federal Bureau of Investigation) Amerika Serikat mengeklaim pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein merupakan mata-mata Israel.

Pernyataan itu disampaikan berdasarkan dokumen yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pekan lalu.

Dalam dokumen itu, informan yang disebut sebagai sumber informasi rahasia (CHS) itu mengatakan ia yakin Epstein merupakan mata-mata Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"CHS menjadi yakin Epstein merupakan agen badan intelijen Israel, Mossad yang direkrut," demikian pernyataan dalam dokumen tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency.

Keyakinan bahwa Epstein adalah mata-mata Mossad muncul dalam konteks persaingan regional yang melibatkan Israel.

CHS juga merekam percakapan telepon antara Epstein dan pengacaranya, Alan Dershowitz. Usai percakapan itu, Mossad menghubungi Dershowitz untuk melakukan evaluasi.

Informan itu menyampaikan kepada FBI, bahwa Dershowitz pernah mengatakan, seandainya masih muda, ia akan menjadi agen intelijen Israel dengan membawa senjata kejut.

Dokumen itu menambahkan CHS meyakini Dershowitz telah direkrut oleh Mossad dan sejalan dengan misi mereka. Selain itu, CHS juga mengingat pernyataan Dershowitz, kepada Jaksa AS Distrik Selatan Florida saat itu, Alex Acosta.

"Epstein memiliki keterkaitan dengan badan intelijen AS dan negara-negara sekutunya," demikian pernyataan itu.

Epstein digambarkan memiliki kedekatan dengan eks Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, serta disebut pernah menjalani pelatihan sebagai mata-mata di bawah pengaruhnya.

Pada 2019, Epstein ditemukan meninggal dunia di sel tahanannya di New York saat menanti persidangan atas tuduhan perdagangan seks.

Sebelumnya, pada 2008, ia mengaku bersalah di pengadilan Florida atas kasus perekrutan anak di bawah umur untuk prostitusi. Namun, hukuman ringan yang disepakati dengan persetujuan Acosta kerap dikritik sebagai "kesepakatan istimewa."

Rilis terbaru dokumen itu turut menyinggung sejumlah tokoh ternama, termasuk Dershowitz dan figur lain dari kalangan elite politik serta keuangan.

Para korban menuduh Epstein menjalankan jaringan perdagangan seks luas yang melibatkan dan dimanfaatkan oleh kalangan kaya serta elite politik.

(rnp/dna)