Hide Ads

Pelawak Jerman Dikecam usai Coba Kibarkan Bendera AS di Greenland

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 14:47 WIB
Pemerintah Greenland marah usai seorang pelawak asal Jerman mencoba mengibarkan bendera Amerika Serikat di ibu kota Nuuk.
Ribuan warga Greenland berdemo tolak dicaplok AS. (Foto: REUTERS/Marko Djurica)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Greenland marah usai seorang pelawak asal Jerman mencoba mengibarkan bendera Amerika Serikat di ibu kota Nuuk.

Avaaraq Olsen, Wali Kota Distrik Kommuneqarfik Sermersooq yang mencakup Nuuk, mengatakan aksi Maxi Schafroth (41) mencoba mengibarkan bendera AS di tiang bendera dekat pusat kebudayaan Greenland sama sekali bukan hal lucu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan tindakan tersebut berbahaya dan membuat khawatir seluruh warga Greenland.

"Mengibarkan bendera di pusat kebudayaan ibu kota kami, bendera negara adidaya militer yang selama berminggu-minggu mengisyaratkan penggunaan kekuatan militer terhadap negara kami, sama sekali tidak lucu," kata Olsen dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis (29/1).

"Ini bukan hal yang lucu. Ini sangat berbahaya," tukasnya.

Olsen berujar banyak warga, khususnya anak-anak, merasa cemas mengenai situasi Greenland saat ini.

"Ketika Anda memperbesar ketakutan-ketakutan itu demi konten, views, atau tawa, Anda bukannya bersikap berani maupun kreatif," ucap Olsen.

"Anda menambah penderitaan populasi yang sudah rentan ... Jadi berhentilah sejenak sebelum merekam. Pikirkan baik-baik sebelum Anda membuat sesuatu yang 'lucu'," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah Greenland sedang kalut buntut ancaman pencaplokan oleh Presiden AS Donald Trump. Pasca menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump menggaungkan lagi ambisinya merebut Greenland, pulau terbesar di dunia yang kaya akan mineral.

Trump menilai Greenland vital untuk keamanan nasional AS. Menurut Trump, Rusia dan China mau mengambil pulau tersebut sehingga AS harus satu langkah lebih dulu.

Ambisi Trump terhadap wilayah otonom Denmark itu telah memicu krisis paling serius dalam sejarah NATO sejak blok dibentuk pada 1949.

Sikap Trump terkait Greenland sendiri mulai membaik usai Denmark dan Greenland memulai pembicaraan dengannya.

Maxi Schafroth sementara itu merupakan content creator dan komedian asal Jerman yang dikenal karena keterlibatannya dalam program satir "Extra Drei".

Program tersebut disiarkan oleh saluran NDR dan ditonton lebih dari satu juta orang.

Dalam pernyataan kepada Der Spiegel Jerman dan kantor berita Ritzau, NDR menyatakan "penyesalannya" atas aksi Schafroth.

(blq/rds)


[Gambas:Video CNN]