Hide Ads

Waswas Serangan AS ke Iran, Turki Perketat Perbatasan

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 21:45 WIB
Turki bersiap memperketat pengamanan perbatasan jika Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Iran, pada Kamis (29/1).
Turki bersiap memperketat pengamanan perbatasan jika Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Iran, pada Kamis (29/1). Ilustrasi. (Foto: ivabalk/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki bersiap memperketat pengamanan perbatasan jika Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Iran, pada Kamis (29/1).

Seorang pejabat senior Turki kepada AFP mengatakan langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika AS menyerang Iran dan rezimnya runtuh, Turki merencanakan langkah tambahan untuk memperkuat keamanan perbatasan," ujar pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sebagai anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Iran sepanjang 530 kilometer, Turki selama ini kerap menyuarakan penolakan terhadap operasi militer yang menyasar Republik Islam Iran.

Menurut pejabat tersebut, sebagian wilayah perbatasan kedua negara telah dilengkapi tembok sepanjang 380 kilometer, tetapi langkah itu dinilai "belum cukup efektif."

Untuk saat ini, para pejabat Turki memilih tidak menggunakan istilah "zona penyangga."

"Rencana yang dipertimbangkan mencakup peningkatan penggunaan teknologi pengamanan perbatasan serta penambahan personel militer," ujar pejabat tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan langkah Trump "salah" dan akan ada dampak mengerikan Washington apabila melancarkan serangan terhadap Iran jika tujuannya terkait program nuklir Teheran.

Ia berujar masalah tersebut bisa diselesaikan melalui jalur diplomasi.

"Keliru jika memulai perang lagi. Iran siap untuk kembali menegosiasikan masalah nuklir" kata Fidan dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Fidan menuturkan AS bisa memulai pembicaraan dengan Iran dan menyelesaikan perselisihan secara bertahap alih-alih langsung membabat semua dalam satu waktu.

"Saran saya kepada teman-teman Amerika, selesaikan satu-satu masalah dengan Iran. Mulailah dengan masalah nuklir, tutup. Lalu, lanjut ke yang lainnya," ucapnya.

Washington belum menutup kemungkinan melakukan intervensi militer baru terhadap Teheran menyusul tindakan keras Iran terhadap gelombang demonstrasi bulan ini.

Menurut organisasi hak asasi manusia, demonstrasi berdarah di Iran telah menewaskan ribuan korban jiwa.

Pada Senin (26/1), Komando Pusat AS mengatakan bahwa sebuah kekuatan laut AS yang dipimpin kapal induk telah ditempatkan di perairan Timur Tengah, meski lokasi belum diungkapkan.

Sementara itu, Iran sudah menyatakan tak gentar dan siap perang jika diserang. Per Selasa (27/1), Teheran menggelar latihan tempur di Selat Hormuz yang berlangsung hingga Kamis.

(rds)


[Gambas:Video CNN]