Israel Setuju Buka Secuil Perbatasan Rafah Gaza untuk Pejalan Kaki
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu setuju membuka kembali perbatasan Rafah yang menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza, Palestina.
Kantor Netanyahu pada Senin (26/1) menyatakan Rafah akan dibuka setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merampungkan operasi pencarian jenazah sandera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah operasi selesai, dan sesuai dengan apa yang telah disepakati dengan Amerika Serikat (AS), Israel akan membuka perbatasan Rafah," demikian pernyataan kantor Netanyahu pada Senin (26/1), seperti dikutip AFP.
Meski begitu, perbatasan Rafah cuma akan dibuka secara terbatas "hanya untuk pejalan kaki dan sesuai mekanisme inspeksi penuh dari Israel".
"(Pembukaan kembali ini bergantung pada) pemulangan semua sandera yang masih hidup dan upaya 100 persen dari Hamas untuk menemukan dan memulangkan seluruh sandera yang telah meninggal," demikian pernyataan kantor Netanyahu di X.
Pengumuman ini disampaikan setelah utusan AS mendesak pemerintah Israel membuka kembali Rafah sesuai kerangka gencatan senjata yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. Utusan Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, dilaporkan mendesak Netanyahu untuk segera membuka Rafah dalam pembicaraan mereka baru-baru ini.
Pada Minggu (25/1), IDF pun menyatakan tengah melakukan pencarian di sebuah pemakaman Gaza untuk menemukan jenazah Ran Gvili, sandera terakhir Hamas.
Gvili merupakan aparat kepolisian unit elite Yassam yang tewas pada hari serangan Hamas dan jenazahnya dibawa ke Gaza. Jenazah Gvili jadi satu-satunya sandera Hamas yang masih di Gaza saat ratusan lainnya sudah dikembalikan ke Israel.
Pembukaan kembali Rafah merupakan bagian dari gencatan senjata Gaza yang diusulkan Trump dalam 20 poin rencana damai. Perbatasan Mesir dan Gaza ini belum kunjung dibuka meskipun Israel dan Hamas sudah memasuki fase dua gencatan.
Para pemimpin dunia dan lembaga bantuan telah berulang kali mendesak agar bantuan kemanusiaan bisa lebih banyak mencapai warga Gaza. Rafah menjadi titik masuk vital untuk bantuan kemanusiaan ke daerah kantong tersebut.
(blq/dna/bac)