Israel Bombardir Negara Arab Lagi, 2 Orang Tewas
Israel melancarkan serangan udara terhadap empat pos perbatasan di wilayah Suriah dan Lebanon, menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya, pada Rabu (21/1).
Serangan itu dilakukan karena pos-pos tersebut diduga digunakan Hezbollah untuk menyelundupkan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat masih berlaku dan sebelumnya mengakhiri lebih dari satu tahun pertempuran antara Israel dan Hezbollah pada 2024, perjanjian itu tetap berulang kali dilanggar Israel.
"Sekali lagi, Israel menempuh kebijakan agresi sistematis dengan melancarkan serangan udara terhadap desa-desa Lebanon yang dihuni, dalam eskalasi berbahaya yang secara langsung menargetkan warga sipil," ujar Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam pernyataan pada Rabu malam, seperti dikutip Al Jazeera.
"Perilaku agresif yang berulang ini menegaskan kembali penolakan Israel untuk mematuhi kewajibannya yang muncul dari perjanjian penghentian permusuhan," tambah dia.
Militer Israel menyatakan di media sosial telah menargetkan empat pos perbatasan Suriah-Lebanon untuk "transfer senjata" dan menewaskan seorang penyelundup senjata utama Hezbollah di Sidon, Lebanon selatan.
Badan Berita Nasional Lebanon melaporkan Israel membom beberapa desa dan kota di Lebanon selatan, termasuk al-Kharayeb, al-Ansar, Qanarit, Kfour, dan Jarjouh, setelah militer Israel memperingatkan akan menyerang target di wilayah itu.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan setidaknya 19 orang terluka akibat serangan udara Israel di kota Qanarit, Lebanon selatan.
Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa sebuah serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di kota Zahrani, distrik Sidon, menewaskan satu orang.
Kementerian juga menyebut serangan Israel yang menargetkan kendaraan di kota Bazuriyeh, distrik Tyre, menewaskan satu orang lainnya.
Sementara itu, agen berita AFP melaporkan mereka melihat sebuah mobil hangus di jalan utama Sidon dengan puing-puing berserakan, sementara petugas darurat berada di lokasi.
Seorang fotografer AFP juga mengalami luka ringan, bersama dua jurnalis lain yang bekerja dekat lokasi serangan besar Israel di Qanarit, tempat 19 orang terluka.
Militer Lebanon mengecam serangan Israel terhadap rumah warga sipil sebagai pelanggaran kedaulatan terhadap Lebanon dan kesepakatan gencatan senjata.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Pesawat Trump Putar Balik sampai Rusia Sebut Inggris Perlu Ganti Nama |
Mereka juga menambahkan bahwa serangan semacam itu "menghambat upaya tentara" dalam pelucutan senjata Hezbollah, yang merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Menurut data AFP, Hezbollah menolak menyerahkan senjatanya meski serangan Israel terus berlangsung, yang telah menewaskan lebih dari 350 orang di Lebanon sejak gencatan senjata November 2024.
(rnp/bac)[Gambas:Video CNN]


