Trump Bersumpah Musnahkan Iran jika Dapat Ancaman Pembunuhan

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 17:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan membumihanguskan Iran apabila Teheran melontarkan ancaman pembunuhan kepadanya.
Presiden AS Donald Trump bersumpah musnahkan Iran. (REUTERS/Alexander Drago)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan membumihanguskan Iran apabila Teheran melontarkan ancaman pembunuhan kepadanya.

Dalam wawancara bersama News Nation pada Selasa (20/1), Trump mengatakan AS bakal merespons dengan sangat keras jika Iran berani mengancamnya apalagi menjalankan ancaman tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa pun yang terjadi, seluruh negara itu akan lenyap dari muka bumi," kata Trump.

"Tentu saja saya akan menyerang mereka dengan sangat keras. Saya punya instruksi yang tegas," ucapnya, dikiutip dari News Nation.

Pernyataan Trump ini dilontarkan setelah parlemen Iran memperingatkan bahwa serangan apa pun yang diarahkan kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan memicu deklarasi jihad di seluruh dunia.

"Serangan apa pun yang menargetkan Pemimpin Tertinggi berarti deklarasi perang dengan dunia Islam, yang akan disahkan melalui fatwa jihad oleh para ulama Islam dan akan ditanggapi oleh seluruh tentara Islam di dunia," demikian pernyataan parlemen pada Selasa, seperti dikutip Iranian Students News Agency (ISNA).

Pernyataan parlemen ini disampaikan di tengah ketegangan antara Iran dan AS belakangan. Pasca Iran dilanda demo besar, Trump mengancam akan mengintervensi, termasuk secara militer, sebagai dukungan untuk rakyat Iran.

Sejak demo pecah pada 28 Desember, AS dan Israel telah menyuarakan dukungan dan mendorong warga Iran untuk menggulingkan Khamenei.

Menteri Warisan Israel Amichai Eliyahu bahkan terang-terangan mengaku agen-agen intelijen Israel menyusup ke demo Iran seperti pada Juni 2025 kala Iran-Israel perang 12 hari.

Menurut catatan kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA, demo Iran telah menewaskan 4.519 jiwa. Sementara itu, menurut pejabat Iran yang bicara kepada Reuters, sedikitnya 5.000 orang tewas dalam unjuk rasa tersebut.

Demo Iran mulanya pecah karena masalah ekonomi di negara itu. Demo kemudian meluas dan berubah menjadi desakan perubahan rezim.

Pemerintah Iran telah mengancam akan meluncurkan serangan antisipasi apabila AS ikut campur masalah domestik mereka.

(blq/bac)


[Gambas:Video CNN]