Parlemen Denmark: Bakal Perang jika AS Invasi Greenland

CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 14:21 WIB
Anggota Parlemen Denmark Rasmus Jarlov memperingatkan bahwa invasi militer Amerika Serikat ke Greenland akan memicu perang.
Kapal perang Denmark merapat ke Greenland. (REUTERS/Marko Djurica)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Parlemen Denmark Rasmus Jarlov memperingatkan bahwa invasi militer Amerika Serikat ke Greenland akan memicu perang.

Ia menegaskan bahwa Denmark memiliki kewajiban untuk mempertahankan wilayah dan melindungi puluhan ribu warganya yang menolak berada di bawah kekuasaan AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Denmark akan tetap melindungi Greenland. Jika pasukan AS sampai melakukan invasi, itu berarti perang, dan kami akan berhadapan satu sama lain," ujar Jarlov, dalam wawancara dengan CNN.

Ia juga mengakui bahwa AS memiliki kekuatan militer yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan Denmark, tetapi terdapat kewajiban untuk Denmark mempertahankan tanah dan rakyatnya.

"Di Greenland terdapat sekitar 57.000 warga Denmark yang telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa mereka tidak ingin diambil alih oleh AS," tutur Jarlov.

"Kami memiliki kewajiban untuk berjuang demi mereka, dan pasukan kami akan melakukan itu," tambah dia.

Namun, sebagian pihak di AS mengabaikan prinsip benar dan salah, serta menganggap wilayah negara lain dapat diambil begitu saja.

Selain itu, Jarlov juga mengatakan secara ekonomi, pencaplokan Greenland tidak masuk akal karena AS sudah memiliki akses penuh ke wilayah tersebut.

Jika wilayah tersebut dianeksasi, yang akan mereka peroleh hanyalah beban finansial tambahan.

"Kalian (AS) akan menghadapi populasi yang tidak akan pernah mengakui bahwa kalian berada di tanah mereka. Dan kalian harus menjalankan semua itu tanpa dukungan finansial yang selama ini diberikan Denmark," ujar Jarlov.

Saat ini, Denmark mengeluarkan dana besar untuk Greenland tanpa memperoleh keuntungan finansial, terutama pengeluaran terbesar pada anggaran pertahanan.

Dalam dua tahun terakhir, Denmark telah menginvestasikan sekitar US$14 miliar (sekitar Rp236 triliun) untuk memperkuat pertahanan Greenland, termasuk pengadaan drone, kapal, satelit, pasukan darat, helikopter, dan fasilitas pendukung lain.

"Mengapa Anda (Amerika) ingin mengambil alih beban biaya itu? Mengapa tidak bekerja sama dengan kami ketika pintunya terbuka lebar?" ungkap Jarlov, seraya menambahkan bahwa AS sudah memiliki akses ke Greenland.

Selain itu, Jarlov juga mengatakan bahwa Greenland tidak berada di bawah ancaman negara Rusia atau China.

"Greenland tidak terancam oleh China maupun Rusia. Kami telah menjaga mereka tetap di luar. Dan tidak ada kemungkinan bagi pihak mana pun untuk mengambil alih negara tersebut," jelas Jarlov.

Greenland, yang merupakan koloni Denmark hingga 1953, memperoleh pemerintahan sendiri 26 tahun kemudian dan kini mempertimbangkan untuk melonggarkan hubungan dengan Denmark.

Jajak pendapat juga menunjukkan mayoritas penduduk Greenland dengan tegas menolak pengambilalihan oleh AS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan klaim atas Greenland demi kepentingan keamanan nasional sebagai alasan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Trump juga telah lama menginginkan Greenland sejak masa jabatan pertamanya. Greenland adalah wilayah otonom dengan jumlah penduduk yang jarang, yang berada di bawah kedaulatan Denmark, anggota NATO.

(rnp/bac)


[Gambas:Video CNN]