PM Singapura Pecat Pemimpin Oposisi di Parlemen, Ada Apa?
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong memecat pemimpin oposisi di parlemen, Pritam Singh, pada Kamis (15/1) dengan alasan terjerat vonis pidana.
Wong memecat Singh setelah parlemen pada Rabu (14/1) menggelar pemungutan suara yang menyatakan Singh tak lagi layak menjabat sebagai pemimpin oposisi. Wong lantas meminta partai sang legislator untuk mengajukan pengganti.
"Setelah mempertimbangkan masalah ini secara cermat, saya memutuskan bahwa vonis pidana terhadap Tuan Singh, ditambah dengan pandangan parlemen mengenai ketidaklayakannya, membuat posisinya sebagai pemimpin oposisi tidak lagi dapat dipertahankan," kata Wong dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan pemberhentian Singh yang berlaku segera "diperlukan untuk menjunjung supremasi hukum, serta menjaga martabat dan integritas Parlemen."
Wong mengatakan telah mengirim surat kepada Partai Pekerja untuk meminta mereka menominasikan pengganti.
Singapura merupakan salah satu dari sedikit negara demokrasi di mana partai berkuasa memiliki kewenangan langsung untuk menentukan pemimpin oposisi-sebuah sistem yang kerap dikritik karena dinilai mengurangi otonomi lembaga legislatif.
Dikutip AFP, Singh (49) merupakan ketua Partai Pekerja (Workers' Party) yang merupakan partai oposisi utama. Ia dinyatakan bersalah karena berbohong kepada sebuah komite parlemen. Putusan tersebut dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi pada tingkat banding pada Desember lalu.
Padahal, Wong, yang memimpin partai berkuasa Partai Aksi Rakyat (People's Action Party/PAP), kembali menunjuk Singh untuk masa jabatan kedua sebagai pemimpin oposisi usai pemilu tahun lalu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari Singh.
Partai Pekerja mengonfirmasi telah menerima surat tersebut dan menyatakan para anggotanya akan melakukan pembahasan internal "dan memberikan tanggapan pada waktunya."
(rds)[Gambas:Video CNN]

