Menlu Kesulitan Pantau WNI di Iran Imbas Internet Diblokir saat Demo

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 13:05 WIB
Menlu RI Sugiono mengakui sulit menghubungi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul protes besar-besaran yang terjadi di negara tersebut.
Menlu RI Sugiono mengakui sulit menghubungi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul protes besar-besaran yang terjadi di negara tersebut. (Foto: AFP/CHALINEE THIRASUPA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengakui pihak kementerian luar negeri sulit menghubungi warga negara Indonesia (WNI) di Iran menyusul protes besar-besaran yang terjadi di negara tersebut.

Sugiono menyampaikan respons itu kepada awak media di Gedung Palapa, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Rabu (14/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komunikasi agak sulit ke Iran. Tapi dari informasi terakhir yang saya terima karena kebanyakan warga negara Indonesia di Iran itu adalah pelajar yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan," kata dia.

Lebih lanjut, Sugiono menerangkan hingga kini belum ada WNI yang terdampak. Meski demikian, Kemlu dan perwakilan RI di Iran terus memantau dinamika yang terjadi di negara tersebut.

Tak cuma itu, Sugiono juga sudah menyampaikan ke duta besar di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan jika suatu waktu evakuasi WNI dibutuhkan.

Sejauh ini, belum ada perintah evakuasi segera WNI di Iran imbas demonstrasi itu. Namun, Sugiono memberi sederet imbauan ke WNI yang berada di Iran.

Menurut data Kementerian Luar Negeri RI, ada sekitar 386 WNI yang berada di Iran saat ini. Mayoritas WNI merupakan pelajar.

"Kita harus sampaikan kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran untuk tetap waspada, perhatikan perkembangan situasi, menghindari tempat-tempat atau titik-titik demonstrasi." ujar dia.

Sejak beberapa pekan lalu, demonstrasi massal mengguncang nyaris di seluruh wilayah di Iran.

Mulanya, warga protes karena inflasi yang tinggi, tetapi belakangan tuntutan meluas dengan mendesak pemerintahan Ali Khamenei mundur.

Di tengah itu, pihak berwenang Iran menggunakan kekuatan berlebih dalam menghadapi demonstran. Hingga kini, menurut laporan pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, lebih dari 2.000 orang tewas.

Khamenei juga menuding demo itu disusupi pendukung Amerika Serikat. AS juga disebut-sebut siap menyerang Iran dengan dalih mendukung kebebasan warga negara tersebut.

Pemerintah Iran sampai memblokir internet selama hampir sepekan terakhir, membuat berbagai media sulit meliput aksi demonstrasi.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]