Crane Ambruk Timpa Kereta di Thailand Bagian dari Proyek China
Crane atau alat pengangkut proyek yang ambruk menimpa kereta di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, bagian dari proyek China.
Proyek tersebut merupakan salah satu misi Belt and Road itu untuk membangun jaringan kereta cepat di Thailand. Nilai proyek mencapai sekitar US$5,4 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, proyek itu menyambungkan jalur dari Kota Bangkok ke Kunming China melalui Laos. Proyek dijadwalkan rampung pada 2028.
Thailand sudah membangun jalur kereta api cepat sepanjang 600 kilometer dibangun.
Thailand sudah memiliki sekitar 5.000 kilometer (3.107 mil) jalur kereta api. Namun, jaringan tersebut kebanyakan usang.
Insiden crane menimpa kereta berlangsung sekitar pukul 09.00 di Provinsi Nakhon Ratchasima, timur laut ibu kota Bangkok.
Kereta api itu sedang melakukan perjalanan dari Bangkok ke provinsi Ubon Ratchathani.
"Sekitar pukul 9:00 pagi, saya mendengar suara keras, seperti sesuatu yang meluncur dari atas, diikuti oleh dua ledakan," kata warga setempat Mitr Intrpanya, dikutip AFP.
Logam crane itu tampaknya mengenai bagian tengah gerbong kedua. Imbas kecelakaan tersebut 22 orang tewas dan 80 lainnya mengalami luka-luka.
Kepala polisi di Nakhon Ratchasima, Tatchapon Chinnawong, mengatakan pihak berwenang sedang menghentikan sementara operasi penyelamatan karena kebocoran bahan kimia di lokasi kejadian.
Kecelakaan di lokasi industri dan konstruksi sudah lama umum terjadi di Thailand. Pada 2023 kereta barang menewaskan delapan orang setelah menabrak truk pikap yang melintasi rel di Thailand timur.
Pada 2020, kereta barang menewaskan 18 orang saat menabrak bus yang membawa penumpang menuju upacara keagamaan.
(rds/bac)
