Menteri Israel Ngaku Ada Agen Intel Mossad Susupi Demo Iran
Menteri Warisan Budaya Israel Amichai Eliyahu mengaku agen-agen intelijen Mossad beroperasi di Iran di tengah demo besar negara itu.
Kepada Radio Angkatan Darat Israel, Eliyahu mengatakan negaranya telah menggunakan agen-agen lapangan untuk ikut aksi unjuk rasa Iran yang telah dimulai sejak 28 Desember lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agen-agen lapangan semacam ini juga digunakan saat Israel berperang 12 hari dengan Iran pada Juni lalu.
"Ketika kami menyerang Iran dalam [operasi] Rising Lion, kami berada di wilayahnya dan tahu bagaimana mempersiapkan serangan. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami juga punya beberapa personel yang beroperasi di sana saat ini," ujar Eliyahu, seperti dikutip The New Arab.
Eliyahu menambahkan para agen tersebut ada di Iran untuk memastikan Teheran tidak dapat mengancam Israel dari berbagai aspek.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya menyatakan demo di negaranya telah disusupi dan ditunggangi pihak asing, yakni Amerika Serikat (AS) dan Israel. Khamenei menegaskan tak akan membiarkan kedua negara mengobrak-abrik Republik Islam Iran.
"Semua orang harus tahu bahwa Republik Islam Iran yang didirikan dengan pengorbanan ratusan ribu orang terhormat tidak akan mundur karena menghadapi mereka yang menyebabkan kehancuran. Iran tidak akan menolerir antek-antek asing," kata Khamenei dalam pidatonya di Provinsi Qom, 9 Januari lalu.
Demo di Iran memanas setelah aparat keamanan bentrok dengan pedemo rusuh. Menurut kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, korban tewas dalam demonstrasi tembus 2.403 orang.
Demo Iran awalnya dipicu oleh krisis ekonomi di mana nilai rial terjun bebas. Namun, demo meluas dan berubah menjadi desakan perubahan rezim Khamenei.
Sejak demo pecah, AS dan Israel menyuarakan dukungan kepada rakyat Iran untuk melengserkan Khamenei. Presiden AS Donald Trump bahkan membuka sejumlah opsi untuk mengintervensi demo, termasuk meluncurkan serangan militer.

