Venezuela Kecam Ancaman AS Mau 'Rebut' Cadangan Minyak Lewat Militer

CNN Indonesia
Senin, 01 Des 2025 04:00 WIB
Venezuela pada Minggu (30/11) meminta dukungan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara anggotanya untuk bersama-sama melawan "agresi"
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, kecam ancaman AS lewat Donald Trump. (REUTERS/Maxwell Briceno)
Jakarta, CNN Indonesia --

Venezuela pada Minggu (30/11) meminta dukungan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara anggotanya untuk bersama-sama melawan "agresi" Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Anadolu, Venezuela mengecam keras ancaman AS untuk "merebut" cadangan minyak besar negara itu melalui "kekuatan militer."

Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais dan negara-negara anggota, yang dibagikan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil di Telegram, Presiden Nicolas Maduro menyatakan negaranya akan "tetap teguh" dalam mempertahankan sumber daya energi alamnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maduro mengeluarkan surat tersebut setelah Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (29/11) memperingatkan bahwa wilayah udara Venezuela akan "ditutup sepenuhnya," sementara pihak Caracas menuntut AS menghormati pemerintahan yang berkuasa di Venezuela.

Presiden Venezuela mengatakan negaranya mengecam mekanisme di mana AS bermaksud mengambil cadangan minyak Venezuela dengan menggunakan "kekuatan militer mematikan" terhadap wilayah, rakyat, dan institusi Venezuela.

Maduro memperingatkan bahwa niat AS melanggar ketentuan yang mengatur hidup berdampingan secara damai antarnegara dan membahayakan stabilitas produksi minyak Venezuela dan pasar internasional.

Ia mengingatkan bahwa dunia "menyadari betul" konsekuensi merugikan yang ditimbulkan di negara-negara penghasil minyak lain menyusul "intervensi militer oleh Amerika Serikat dan sekutunya."

Maduro menegaskan Venezuela tidak akan tunduk pada segala jenis pemerasan atau ancaman. Ia berharap OPEC dan negara-negara anggota akan bekerja sama untuk mengakhiri "agresi" ini, memperingatkan bahwa hal itu "secara serius" mengancam keseimbangan pasar energi internasional, baik bagi produsen maupun konsumen.

Surat tersebut muncul di tengah operasi militer AS yang meluas di seluruh Amerika Latin selama berbulan-bulan, dengan pengerahan Marinir, kapal perang, jet tempur dan pembom, kapal selam, dan drone, di tengah spekulasi bahwa Washington dapat melancarkan serangan ke Venezuela.

Sebelumnya pada Kamis (27/11), Presiden Donald Trump mengumumkan AS akan "segera" mengambil tindakan terhadap pengedar narkoba Venezuela di darat, menyusul 21 serangan militer di laut yang menewaskan sedikitnya 83 orang sejak September 2025.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER