Media Asing Soroti Demo Solidaritas Affan Kurniawan di Indonesia

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 19:42 WIB
Media asing soroti demo dan penembakan gas air mata pada peserta aksi solidaritas Affan Kurniawan.
Media asing soroti demo dan penembakan gas air mata pada peserta aksi solidaritas Affan Kurniawan. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah media asing menyoroti demo yang terjadi di beberapa daerah serta penembakan gas air mata ke peserta aksi hari ini, Jumat (29/8) yang menuntut keadilan atas kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob.

Media yang berbasis di Singapura, Channel NewsAsia (CNA), membuat sesi khusus siaran langsung di situs mereka dengan judul Polisi Indonesia luncurkan gas air mata ke pedemo di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media Prancis, France24, juga menyoroti pemberitaan serupa. Mereka merilis artikel berjudul "Polisi Indonesia menembakkan gas air mata ke massa aksi setelah driver ojol tewas."

Dalam artikel tersebut, mereka menulis warga berkumpul di Markas Komando (Mako) Brimob di Kwitang, Jakarta. Demonstrasi juga terjadi di sejumlah daerah termasuk Solo, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Media yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, memberitakan hal serupa. Mereka menulis "Protes kembali terjadi di Jakarta Indonesia usai driver ojol tewas."

[Gambas:Video CNN]

Al Jazeera turut mencantumkan komentar pengamat soal situasi ini. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan pengunjuk rasa juga marah dengan kebrutalan aparat yang sudah berlangsung lama.

"Kasus pengemudi ojek online hanya satu dari banyak kasus penggunaan kekuatan berlebih oleh polisi. Sudah terlalu banyak kasus di seluruh Indonesia, termasuk Papua Barat," kata Usman kepada Al Jazeera.

Pendiri platform yang fokus di masalah sosial dan politik What Is Up, Indonesia? Abigail Limura mengatakan demonstrasi ini merupakan puncak frustrasi ekonomi dan politik selama berbulan-bulan di seluruh negeri.

"Kita berada di tengah ekonomi yang buruk, pasar kerja yang kolaps, dan ribuang orang di-PHK. Alih-alih berbelas kasih, orang terus diperlakukan tak acuh bahkan dengan respons yang menghina," kata dia di artikel yang sama.

Dalam beberapa hari terakhir, warga dari berbagai elemen berdemo di sekitar gedung DPR/MPR. Massa aksi mengkritik keras kebijakan DPR belakangan, salah satunya tunjangan rumah bagi anggota parlemen.

(isa/chri)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER