Merkel Singgung Demokrasi di Momen Perayaan Tembok Berlin

CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 23:25 WIB
Merkel Singgung Demokrasi di Momen Perayaan Tembok Berlin Dalam perayaan peruntuhan Tembok Berlin 1989, Kanselor Jerman Angela Merkel menyerukan Eropa mesti tetap membela demokrasi dan kebebasan. (Tobias SCHWARZ / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanselor Jerman Angela Merkel menyerukan Eropa mesti tetap berpihak dan membela demokrasi dan kebebasan hak asasi manusia dalam perayaan peruntuhan Tembok Berlin pada 1989.

"Eropa mesti ada untuk demokrasi dan kebebasan, untuk hak asasi manusia dan toleransi," kata Angela Merkel.

"Nilai-nilai tersebut mesti selalu dijalani dan dipertahankan terus," katanya di hadapan para pemimpin politik Eropa dan undangan.


Merkel juga mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak boleh dipertaruhkan untuk hal lainnya.


Berbicara di Kapel Rekonsiliasi di bekas "jalur kematian" di sisi Tembok Berlin, Merkel mengatakan bahwa penghalang yang memisahkan sisi Timur yang dikuasai Uni Soviet dan Barat yang dikuasai oleh Sekutu adalah bagian dari "sejarah".

Merkel sendiri diketahui tumbuh di Jerman Timur dan bekerja sebagai ilmuwan di Berlin pada 9 November 1989.

"Pemerintah komunis [Uni Soviet] akhirnya membuka batas di hari yang mengajarkan kita bahwa tidak ada dinding tinggi yang mampu membungkam masyarakat dan membatasi kebebasan dan tak bisa diruntuhkan," kata Merkel.

Kanselor dan sejumlah undangan kehormatan lainnya seperti Presiden Polandia, Hungaria, Republik Ceko, dan Slovakia sebelumnya telah diundang untuk menempelkan mawar melalui lubang di bagian dinding yang masih berdiri di memorial Bernauer Strasse, Berlin.

Sejumlah anak-anak sekolah dari penjuru Eropa, termasuk Ukraina yang sedang dilanda konflik, juga berbicara dengan bahasa asli mereka kepada para pemimpin benua itu terkait perayaan tahunan tersebut. (end)