"Sebagai wakil menteri luar negeri," ujar Mahendra ketika ditanya posisi yang ditawarkan saat ia bertemu dengan Jokowi di Istana Negara pada Jumat (26/10).
"Menjaga dan mengamankan keberlanjutan industri sawit Indonesia. Sawit penting dikawal dengan baik. Taruhannya besar, apalagi kita melakukan proses turunan," ucap mantan wakil menteri perdagangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia dan sejumlah negara produsen lainnya menganggap Uni Eropa melakukan kampanye hitam terhadap sawit. Pemerintah bahkan dilaporkan bakal segera menunjuk firma untuk mewakili RI mengajukan gugatan terhadap Uni Eropa dan WTO.
Tak hanya itu, Mahendra dan Jokowi juga membahas dua hal lainnya dalam konteks perdagangan global, salah satunya soal perang dagang Amerika Serikat dan China.
"Indonesia diminta dengan kordinasi kami untuk bisa melihat kondisi tadi bukan sebagai tantangan, tapi peluang," tutur Mahendra.
[Gambas:Video CNN]
Terakhir, Jokowi dan Mahendra juga membahas cara memposisikan Indonesia untuk menarik keuntungan melalui pasar besar dunia yang berkaitan langsung dengan politik luar negeri.
Dalam proses ke depannya, kementerian luar negeri diminta berkoordinasi langsung dengan berbagai instansi lain, terutama Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi.
"Terakhir, bapak presiden memberikan waktu saya satu tahun. Jika tidak, akan dicari pengganti," katanya. (fra/has)