"Sekitar 6.000 sampai 7.000 pengungsi Rohingya bersedia pindah ke Pulau Bhashan Char," kata Komisioner Badan Pengungsi Bangladesh, Mahbub Alam, seperti dilansir AFP, Minggu (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangladesh, kata Amal, sudah membangun gudang penyimpanan makanan yang bisa dipakai untuk bertahan hidup selama beberapa bulan. Meski demikian, pegiat hak asasi manusia tidak yakin tanggul laut itu bisa menahan gelombang tinggi ketika terjadi cuaca buruk atau topan.
[Gambas:Video CNN]
Salah satu pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Nur Hossain (50), mengatakan tidak punya pilihan selain pindah karena kondisi di lokasi penampungan saat ini sudah terlampau padat.
"Saya sudah setuju pindah. Kamp pengungsian saat ini sudah kelebihan penduduk. Selalu ada masalah makanan dan tempat tinggal," kata Hossain.
Hampir satu juta penduduk minoritas Muslim Rohingya tinggal di dalam beberapa kamp di tenggara Bangladesh setelah melarikan diri dari kekerasan militer Myanmar. Mereka umumnya kembali ke negara bagian Rakhine melalui perbatasan tersebut.
(ayp/arh)