Pengikut ISIS Ditahan Kurdi Kabur, Australia Salahkan Turki

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 16:48 WIB
Pengikut ISIS Ditahan Kurdi Kabur, Australia Salahkan Turki Keluarga milisi ISIS yang ditangkap pasukan Kurdi (SDF) di Suriah. (Fadel SENNA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Australia menyatakan Turki harus bertanggung jawab penuh karena serangan mereka mengakibatkan ratusan keluarga dan milisi asing Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang ditahan kelompok Kurdi di Suriah kabur. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri, Marise Payne, dalam sebuah rapat Senat.

"Turki benar-benar harus bertanggung jawab atas tindakan pasukan militernya dan kelompok-kelompok milisi yang dipekerjakannya. Mereka juga harus bertanggung jawab atas penderitaan yang dialami selama operasi militer berlangsung," kata Payne sebagaimana dikutip Associated Press, Senin (14/10).


Pernyataannya kemudian dilawan oleh pihak oposisi yang menganggap justru keputusan pemulangan pasukan Amerika Serikat dari Suriah membuka peluang serangan militer tersebut. Namun, Payne tidak menyalahkan AS terkait hal itu.


Tanggapan ini muncul setelah beredar kabar bahwa 800 anggota keluarga pengikut ISIS kabur dari kamp-kamp tahanan Suriah yang diakibatkan karena minimnya pengawasan dari pasukan Kurdi. Milisi Kurdi saat ini tengah sibuk menahan serangan pasukan Turki.

Kejadian ini juga terjadi di tengah serangan militer Turki terhadap pasukan Kurdi setelah AS memutuskan untuk memulangkan pasukannya dari wilayah perbatasan Suriah.

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan data, dalam kurun waktu yang sama sedikitnya 12 ribu milisi ISIS dari 54 negara ditahan di sejumlah penjara Kurdi yang tersebar di utara Suriah.

Dari 12 ribu tahanan ISIS tersebut, 8.000 orang di antaranya merupakan anak-anak dan 4.000 lainnya merupakan perempuan.

Turki bersama milisi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menggempur wilayah yang dikuasai milisi Kurdi sejak lima hari lalu. Kelompok Kurdi merasa Amerika Serikat mengkhianati mereka setelah saling membantu dan melindungi saat berperang melawan ISIS dan FSA.

Turki menganggap kelompok Kurdi adalah separatis dan teroris, karena ingin membuat negara sendiri di wilayah timur dan selatan dekat perbatasan Suriah dan Irak. Maka dari itu mereka memutuskan menyerang kelompok Kurdi.


Selama ini milisi Kurdi yang berada di Suriah dan membentuk organisasi Pejuang Demokratik Suriah (SDF) dikenal loyal terhadap Presiden Suriah, Bashar al-Assad. (fls/ayp)