AS Buka Kemungkinan Tambah Pasukan di Timur Tengah

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 14:01 WIB
AS Buka Kemungkinan Tambah Pasukan di Timur Tengah Plt Menhan AS, Patrick Shanahan, membuka kemungkinan mengirimkan pasukan tambahan ke Timur Tengah di tengah peningkatan ketegangan dengan Iran. (Pablo Martinez Monsivais/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Patrick Shanahan, membuka kemungkinan mengirimkan pasukan tambahan ke Timur Tengah di tengah peningkatan ketegangan dengan Iran.

"Apa yang kami cari adalah, apakah ada hal-hal yang dapat kami lakukan untuk meningkatkan perlindungan pasukan di Timur Tengah? Itu mungkin melibatkan pengerahan pasukan tambahan," kata Shanahan kepada wartawan di gedung Pentagon, Kamis (23/5).
Meski begitu, Shanahan membantah laporan media selama ini yang menyebut bahwa Pentagon tengah mempertimbangkan mengerahkan 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah.

"Kami memiliki strategi serangan pencegahan berdasarkan pertimbangan kembali pengerahan aset kami-serangan antisipasi terhadap pasukan Amerika," kata Shanahan seperti dikutip AFP.


"Fokus terbesar kami saat ini adalah untuk mencegah kesalahan perhitungan Iran. Kami tidak ingin ketegangan meningkat."
Media lokal melaporkan pertimbangan ini ketika ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah Presiden Hassan Rouhani mengancam akan melanjutkan pengayaan uranium negaranya, langkah yang dianggap sebagai simbol pengembangan senjata nuklir.

Iran melontarkan ultimatium itu setelah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari perjanjian nuklir JCPOA pada Mei 2018 lalu. Washington juga kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Teheran.

Sejak ultimatum Rouhani tersebut, AS dan Iran terus saling melontarkan ancaman dan beradu mulut.

[Gambas:Video CNN]

Shanahan mengakui bahwa ancaman Iran di kawasan berada dalam tingkat tinggi saat ini, meski belum secara terbuka menunjukkan bukti intelijen spesifik terkait hal itu.

Pentagon pun mengerahkan pesawat pengebom B-52 dan baterai rudal patriot ke Timur Tengah. AS juga mempercepat penyebaran armada kapal induknya ke Teluk Persia.

Ketegangan kedua negara ini membuat Kongres AS khawatir karena kecerobohan dalam merespons Iran dapat menyebabkan salah perhitungan yang berakhir fatal. (rds/has)