Pemilu Maraton India Berakhir, Modi Diprediksi Menang Kembali

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 06:26 WIB
Pemilu Maraton India Berakhir, Modi Diprediksi Menang Kembali Narendra Modi diprediksi kembali memenangi pemilu India. (REUTERS/Adnan Abidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masa pemungutan suara dalam pemilu di India yang berlangsung maraton akhirnya berakhir pada Minggu (19/5).

Aliansi pemerintah yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi pun diprediksi menang dengan suara mayoritas di parlemen.


Ketika tempat pemungutan suara (TPS) terakhir ditutup, di seantero India, aparat keamanan bekerja lebih keras untuk mengamankan mesin voting dan kotak suara yang digunakan dalam ajang pemilu terbesar sedunia itu.


Pemilu di India berlangsung dalam tujuh fase yang berlangsung selama lima pekan dari April-Mei 2019. Pemilihan itu digelar bertahap, mulai dari 11 April sampai 19 Mei karena jumlah pemilih yang sangat banyak di dalam dan luar negeri.

Pemungutan suara di India dilakukan menggunakan alat elektronik, dan tidak lagi konvensional menggunakan kertas. Penghitungan suara sendiri baru akan dimulai pada Kamis (23/5) mendatang. Jumlah pemilih di India mencapai 900 juta orang

Meskipun begitu, sejumlah exit polls yang dirilis media-media massa India memprediksi Modi bersama partai politiknya, Bharatiya Janata Party (BJP) dan koalisinya akan menguasai mayoritas dari total 545 kursi di parlemen.

Aliansi Demokratik Nasional (NDA) yang dipimpin Modi diproyeksikan meraih 287 kursi diikuti oleh aliansi oposisi pimpinan partai Congress, demikian jajak pendapat CVoter .

Untuk memerintah, sebuah partai memerlukan setidaknya dukungan 272 anggota parlemen.

Dalam perjalanan Pemilu India 2019, Modi sempat mendapat kecaman di awal kampanye karena gagal menciptakan lapangan kerja baru bagi kaum muda, harga-harga hasil pertanian lemah, dan pemilihan umum yang diduga akan berlangsung ketat melawan partai Congress sebagai oposisi utama.

Tetapi ia memanfaatkan dukungan dari wilayah-wilayah nasionalis Hindu dan mengubah kampanye menjadi perjuangan bagi keamanan nasional setelah ketegangan-ketegangan meningkat dengan Pakistan dan serangan terhadap saingan utamanya yang dinilai lunak terhadap musuh lama India.

(AFP/kid)