Sri Lanka Terjunkan Ribuan Tentara Buru Pelaku Bom Paskah

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 13:25 WIB
Sri Lanka Terjunkan Ribuan Tentara Buru Pelaku Bom Paskah Sri Lanka menerjunkan ribuan personel tentara dalam operasi pencarian pelaku serangan bom beruntun yang menewaskan setidaknya 359 orang di Hari Paskah lalu. (Reuters/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sri Lanka menerjunkan ribuan personel tentara untuk membantu kepolisian dalam operasi pencarian pelaku serangan bom beruntun yang menewaskan setidaknya 359 orang di Hari Paskah pada Minggu lalu.

Brigadir Sumith Atapattu selaku perwakilan angkatan bersenjata Sri Lanka mengatakan bahwa personel tentara yang dikerahkan ditambah dari 1.300 menjadi 6.300. Angkatan laut dan udara juga menerjunkan 2.000 personelnya.
AFP melaporkan bahwa dalam operasi pada Rabu (24/4) malam itu, aparat keamanan Sri Lanka menahan 16 tersangka di beberapa lokasi.

Dengan penangkapan ini, total 75 orang ditahan dalam penyelidikan besar-besaran terkait serangan bom tersebut.


Juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekara, mengatakan bahwa aparat masih akan melakukan beberapa operasi pencarian untuk memburu pihak-pihak yang terkait dengan serangan di delapan lokasi terpisah tersebut.
Pemerintah Sri Lanka menuding kelompok militan Islam lokal, Jemaah Tauhid Nasional (NTJ), sebagai dalang di balik rangkaian serangan yang juga melukai 500 orang ini.

Namun, mereka yakin NTJ tak bekerja sendiri dalam melancarkan serangan yang disebut-sebut paling mematikan selama satu dekade belakangan tersebut.

Sementara itu, kelompok militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian serangan bom di sejumlah gereja dan hotel mewah di Sri Lanka tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Di tengah penyelidikan ini, aparat Sri Lanka mengingatkan warganya untuk tetap waspada karena masih ada potensi serangan susulan.

Untuk memperketat keamanan, Sri Lanka menerapkan undang-undang darurat yang memberikan kewenangan bagi aparat untuk menahan tersangka tanpa surat perintah.

Dengan pemberlakuan undang-undang tersebut, diterapkan pula aturan jam malam bagi semua warga sipil di Sri Lanka. (has/has)