Tiga Anak Miliarder Denmark Tewas dalam Tragedi Bom Sri Lanka

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 02:48 WIB
Tiga Anak Miliarder Denmark Tewas dalam Tragedi Bom Sri Lanka Ilustrasi serangan bom di Sri Lanka(AP Photo/Chamila Karunarathne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Miliarder Denmark Anders Holch Povlsen kehilangan tiga dari empat anaknya dalam serangan bom hari Paskah di Sri Lanka.

Media Denmark melaporkan bahwa Holch Povlsen, istrinya Anne, dan empat anak mereka sedang berlibur di Sri Lanka pada saat serangan yang menimpa gereja dan hotel mewah dan menewaskan hampir 300 orang.

"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa tiga anak (Polsven) meninggal dalam serangan," kata Jesper Stubkier, manajer komunikasi perusahaan ritel Bestseller milik Povlsen dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP, Selasa (23/4).



Stubkier tak berkomentar lebih lanjut dan meminta media untuk menghormati privasi keluarga terkait insiden tersebut.

Dianggap sebagai orang terkaya Denmark, Holch Povlsen yang berusia 46 tahun adalah pemegang saham utama di pengecer mode online ASOS serta pemilik Bestseller.

Dia mewarisi Bestseller dari orang tuanya yang mendirikan perusahaan pada 1975. Grup ritel tersebut mencakup merek-merek seperti Vero Moda, Only dan Jack & Jones, memiliki lebih dari 3.000 toko di 70 negara.


Selain saham mayoritas di ASOS yang berbasis di Inggris, Holch Povlsen juga memiliki minat pada saingannya dari Jerman, Zalando.

Miliarder itu juga menggambarkan dirinya sebagai "salah satu pemilik tanah terbesar di Skotlandia" di situs web perusahaan Wildland yang ia gunakan untuk berinvestasi di properti Inggris.

Para pejabat Sri Lanka, Senin, mengatakan mereka percaya bahwa kelompok ekstrimis Islam nasional Thowheeth Jama'ath (NTJ) berada di balik serangan itu.

Puluhan orang asing termasuk di antara 290 korban tewas, sementara sekitar 500 orang terluka dalam rangkaian serangan bom Sri Lanka.
[Gambas:Video CNN] (AFP/agi)