Aksi Massa Aktivis Lingkungan Duduki London Repotkan Polisi

CNN Indonesia | Minggu, 21/04/2019 05:44 WIB
Aksi Massa Aktivis Lingkungan Duduki London Repotkan Polisi Seorang aktivis antiperubahan iklim, The Extinction Rebellion, diamankan polisi di tengah aksi demonstrasi di Jembatan Waterloo, London, Inggris, 20 April 2019. (REUTERS/Simon Dawson
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 750 demonstran tentang perubahan iklim yang memblokade Jembatan Waterloo, persimpangan Oxford Circus, serta Marble Arch di kota London telah diamankan polisi.

Kelompok yang mengatasnamakan dirinya The Extinction Rebellion itu melakukan aksi protes memasuki hari keenam pada Sabtu (20/4) lalu. Seperti dikutip dari AFP, Sebanyak 28 orang dari sekitar 750 demonstrasi itu telah ditetapkan tersangka terkait protes tersebut.


Mereka dituding telah mengganggu perjalanan komuter di kawasan ibu kota Inggris tersebut. Polisi mencoba menetralisasi suasana, terutama di kawasan Hyde Park. Namun, pada pengunjuk rasa pantang menyerah, bahkan tetap melakukan aksi mereka guna memblokade termasuk di lokasi-lokasi lain.


"Kami mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk bisnis secara biasa," ujar seorang polisi.

"Satu hal yang tak biasa adalah keinginan melakukan dan mengikuti demonstrasi ini, dan juga mereka tak melakukan perlawanan saat ditangkap," sambungnya.

Aksi Massa Aktivis Lingkungan Duduki London Repotkan PolisiAktivis-aktivis antiperubahan iklim melanjutkan aksi mereka memblokade pusat keramaian di kota London. Ini foto saat mereka memblokade Jembatan Waterloo di London, 20 April 2019. (AFP/Niklas HALLE'N)

Polisi yang tak disebutkan identitasnya oleh AFP itu mengatakan terlalu banyak tahanan juga menjadi masalah bagi Kepolisian London, karena jumlah ruang dan logistik yang terbatas.

Seperti dikutip dari Reuters, kelompok demonstran itu terbentuk tahun lalu yang unsurnya sebagian besar adalah para akademisi.

Para aktivis itu mendesak pemerintahan Inggris untuk mendekarasikan darurat iklim dan ekologi, mengurangi gas rumah kaca, menetapkan emisi di batas nol pada 2025, mencegah kehilangan keanekaragaman hayati, dan dipimpin dewan rakyat yang peduli pada keadilan iklim dan ekologi.

Menyikapi makin besarnya jumlah demonstran, polisi pun makin kesulitan.

Komisaris Kepolisian Metropolitan, Cressida Dick, mengatakan saat ini pihaknya telah meningkatkan 1.500 petugas, dari semula hanya 1.000 untuk mengamankan pusat kota London atas aksi blokade para aktivis tersebut.

(Reuters & AFP/kid)