Jokowi Kuasai Hitung Suara Pemilu 2019 di Venezuela

CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 20:51 WIB
Jokowi Kuasai Hitung Suara Pemilu 2019 di Venezuela Ilustrasi penghitungan suara Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perolehan suara pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam Pemilu 2019 unggul di sejumlah negara di kawasan Amerika Tengah dan Selatan. Di Venezuela yang saat ini sedang krisis, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 51 suara.

Sedangkan pasangan capres-capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mendapat 20 suara.

Sekretaris Panitia Pemilihan Luar Negeri Venezuela, Restu Fajar Angriawan, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/4), menyatakan


Dalam perhitungan suara legislatif, PDI-P berada di posisi teratas dengan 17. Di peringkat kedua bertengger Partai Golkar dengan 13 suara, disusul PKS sebanyak 11 suara.
Partai Solidaritas Indonesia mendapat 7 suara, kemudian Partai Gerindra meraih 4 suara.

Sedangkan Partai Demokrat, PKB, dan PPP masing-masing mendapat 3 suara.

Partai Berkarya mendapat 2 suara, kemudian Partai Nasdem dan Partai Perindo mendapat masing-masing 1 suara.

Surat suara tidak sah dalam Pilpres 2019 hanya satu. Sedangkan pada Pileg 2019 mencapai 8 buah.

Sedangkan WNI yang memilih melalui metode Pos tercatat ada 20 orang. Namun, surat suara yang terkirim 16, tetapi hanya 15 yang kembali.
Fajar menyatakan pemilih yang terdaftar untuk memilih di TPS 01 Caracas terdiri dari 29 orang DPT, dan empat pemilih tambahan.

Pada hari pemungutan suara, WNI yang menggunakan hak pilih mencapai 23 orang dalam Daftar Pemilih Tetap, empat orang pemilih tambahan, dan satu pemilih khusus.

Sedangkan melalui kotak suara keliling di Puerto La Cruz, pemilih yang tercatat dalam DPT mencapai 13 orang, sedangkan pemilih tambahan tercatat 8 orang. Sedangkan yang menggunakan haknya mencapai 9 orang. Terdiri dari lima pemilih dalam DPT dan 4 pemilih tambahan.

Sedangkan pada TPS 02 di Trinidad dan Tobago, WNI yang terdaftar dalam DPT mencapai 160 orang. Namun, pada hari pemungutan yang menggunakan haknya hanya 20 orang, terdiri dari 13 DPT dan 7 pemilih khusus.

Menurut Fajar, selisih yang cukup besar dari DPT dengan jumlah pemilih yang hadir, khususnya di Trinidad dan Tobago, dikarenakan WNI yang merupakan Anak Buah Kapal yang bekerja di negara itu dipulangkan ke Indonesia karena perusahaan tempat mereka bekerja berhenti beroperasi.

"Sedangkan sebagian lagi tengah berada di laut ketika hari pencoblosan," ujar Fajar.
Menang di Panama

Di Panama, Jokowi-Ma'ruf juga unggul dari Prabowo-Sandiaga. Berdasarkan keterangan dari PPLN Panama City, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan total perolehan suara sebanyak 69 suara.

Sementara Prabowo-Sandiaga memperoleh 25 suara atau 26,04 persen dari total suara,seperti dilansir Antara.

Selain itu, sebanyak dua surat suara atau 2,08 persen suara dari keseluruhan suara dinyatakan tidak sah.
Sesuai dengan ketentuan KPU, PPLN Panama City mengadakan penghitungan suara Pemilu 2019 di gedung KBRI Panama City. Penghitungan suara berlangsung mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 waktu setempat.

Pemilihan umum serentak yang dilaksanakan oleh PPLN Panama City di Panama dilakukan dengan tiga metode, yaitu pos, kotak suara keliling (KSK), dan tempat pemungutan suara (TPS).

Total pemilih yang menggunakan hak suaranya di negara akreditasi KBRI Panama City (Panama, Honduras, Kosta Rika dan Nikaragua) sejumlah 96. Rinciannya di TPS Panama City 39 surat suara, KSK 48 surat suara dan Pos 9 surat suara.
Dari 13 surat suara yang dikirim melalui pos, terdapat 2 surat suara yang retur (alamat tidak dapat ditemukan) dan dua surat suara tidak kembali dari calon pemilih. (ayp/ayp)