Demokrat Beri Tenggat Jaksa Agung Serahkan Laporan Mueller

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 09:05 WIB
Demokrat Beri Tenggat Jaksa Agung Serahkan Laporan Mueller Partai Demokrat selaku mayoritas di Dewan Perwakilan AS meminta Jaksa Agung, William Barr, menyerahkan laporan lengkap hasil penyelidikan Robert Mueller paling lambat 2 April. (Reuters/Jim Bourg)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrat selaku mayoritas di Dewan Perwakilan Amerika Serikat melayangkan permintaan resmi kepada Jaksa Agung, William Barr, untuk menyerahkan laporan lengkap hasil penyelidikan Robert Mueller paling lambat 2 April mendatang.

Melalui surat pada Senin (25/3), enam komite dalam Dewan Perwakilan AS meminta Barr menyerahkan keseluruhan hasil laporan mengenai dugaan intervensi Rusia demi kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum AS pada 2016 lalu.
Permintaan ini diajukan setelah Barr menyerahkan ringkasan hasil penyelidikan Mueller. Menurut perwakilan Partai Demokrat itu, ringkasan saja tidak cukup dan mereka perlu meneliti lebih jauh hasil laporan itu.

Dalam ringkasan itu, Barr menjelaskan bahwa Mueller tak menemukan bukti kolusi antara Trump dan Rusia. Mueller juga tak memiliki bukti cukup untuk membuktikan Trump berupaya menghalangi proses investigasi.


Namun, Mueller menekankan bahwa walau tak ada bukti cukup, bukan berarti Trump terbebas dari segala tuduhan soal menghalangi upaya penyelidikan.

"Kongres harus diizinkan melakukan kajian independen atas bukti mengenai upaya menghalangi penyelidikan," demikian isi surat dari pemimpin komite-komite tersebut, sebagaimana dikutip The Straits Times.

[Gambas:Video CNN]

Mereka tak menyebutkan tindakan yang akan mereka ambil jika Barr menolak atau melewati tenggat waktu.

Namun, para pemimpin komite itu memastikan bahwa mereka tak akan mempertanyakan simpulan yang diambil Mueller.

"Namun, penting untuk keamanan nasional agar Kongres dapat mengevaluasi keseluruhan fakta dan bukti yang dikumpulkan dan dievaluasi oleh dewan khusus, termasuk semua informasi yang dikumpulkan kontra-intelijen," tulis mereka. (has/has)