Israel Tuduh Hamas Dalang Serangan Roket ke Tel Aviv

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 19:36 WIB
Israel Tuduh Hamas Dalang Serangan Roket ke Tel Aviv Lokasi daerah yang terkena serangan roket di Israel. (REUTERS/Yair Sagi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan Bersenjata Israel menuduh Hamas yang menembakkan roket dari Jalur Gaza ke utara Ibu Kota Tel Aviv pada Minggu (25/3) dini hari.

Serangan itu melukai tujuh warga Israel dan menghancurkan satu rumah di Mishmeret, sebuah kota pertanian di utara Tel Aviv. Kota itu terletak sekitar 20 kilometer dari utara Tel Aviv dan 80 kilometer lebih dari Jalur Gaza.

Melalui Twitter, militer Israel mengatakan roket itu ditembakkan dari daerah Rafah yang terletak di selatan Gaza. Hal itu kemudian dikonfirmasi juru bicara militer Israel, Ronen Manelis.


"Serangan roket dilakukan oleh Hamas dari salah satu basisnya di wilayah Rafah," tutur Manelis pada Senin (25/3).
Roket itu diperkirakan terbang sejauh 120 kilometer dari Rafah hingga dan jatuh di Mishmeret.

Israel mengumumkan telah mengirimkan sedikitnya 2.000 prajurit tambahan dan pasukan cadangan ke wilayah perbatasan dekat Gaza yang dikuasai Hamas.

Israel juga dilaporkan menutup sejumlah wilayah di perairan Mediterania yang memungkinkan nelayan Palestina keluar dari wilayah tersebut.

Serangan itu memicu kekhawatiran akan peningkatan aksi militer di perbatasan antara Israel dan Hamas.

Keduanya telah terlibat perang selama tiga kali sejak 2008 lalu.

[Gambas:Video CNN]

Hamas membantah tuduhan Israel soal dalang serangan roket.

"Tidak ada satupun dari gerakan perlawanan, termasuk Hamas, yang berminat menembakkan roket dari Jalur Gaza kepada musuh," kata seorang pejabat Hamas.

Akan tetapi, sekutu Hamas, Jihad Islam, sebelumnya telah mengeluarkan peringatan.

"Kami memperingatkan musuh Zionis atas agresi di Jalur Gaza," bunyi pernyataan Jihad Islam tanpa mengomentari serangan roket ke Tel Aviv tersebut.

"Para pemimpin mereka harus sadar bahwa kami akan merespons dengan kekerasan terhadap segala bentuk agresi mereka."

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan mempersingkat lawatannya di Amerika Serikat akibat insiden ini.

Netanyahu mengatakan ingin segera pulang ke Israel untuk memantau operasi keamanan secara dekat sebagai tanggapan atas roket tersebut. Dia mengatakan akan merespons serangan itu dengan seluruh kekuatan.
"Telah ada sebuah serangan kriminal ke wilayah Israel dan kami akan merespons itu dengan pasukan," ucapnya. (rds/ayp)