Lini Masa Kebangkitan, Kekejaman, dan Kejatuhan ISIS

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 23/03/2019 15:53 WIB
Lini Masa Kebangkitan, Kekejaman, dan Kejatuhan ISIS Setelah bertempur selama berbulan-bulan, pasukan koalisi berhasil merobohkan benteng pertahanan terakhir ISIS. (Fadel SENNA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Benteng pertahanan terakhir Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah timur Suriah telah berhasil direbut oleh pasukan koalisi, sekaligus menandakan akhir dari kekhalifahan yang sempat membentang di sepertiga wilayah Irak dan Suriah tersebut.

Lini masa berikut menggambarkan kebangkitan, kekejaman dan juga kejatuhan ISIS.

2004-2011
Pasca-kekacauan yang terjadi setelah pasukan Amerika Serikat menginvasi Irak, kelompok pecahan Al-Qaeda mulai mendirikan organisasi baru dan pada 2006 mengganti nama menjadi Negara Islam di Irak.


2011
Setelah krisis Suriah dimulai, pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mengirimkan pasukan ke sana. Baghdadi kemudian memisahkan diri dari al-Qaeda dan menamai kelompoknya ISIS.

2014
Pada awal tahun, ISIS berhasil menaklukkan kota Fallujah di Irak dan Raqqa di Suriah. Beberapa bulan kemudian mereka berhasil merebut Mosul dan Tikrit serta menguasai perbatasan dengan Suriah. Di masjid agung Mosul, mereka mendeklarasikan kekhalifahan. 

Di Iraq, ISIS membantai ribuan kaum Yazidis di Sinjar dan menjadikan lebih dari tujuh ribu perempuan dan gadis remaja budak seks mereka. Di Suriah, ISIS juga membantai ratusan suku Sheitaat. Mereka juga memancung kepala tawanan dan mendokumentasikannya lewat video.

Pada September, Amerika Serikat membentuk koalisi dengan Pasukan Kurdi untuk melawan kelompok tersebut dan menyerang lewat udara.

2015
Militan di Paris menyerang sebuah media satir juga sebuah dan supermarket. Serangan ini menjadi awal gelombang serangan di seluruh dunia. Militan di Libia juga memancung pemeluk agama kristen dan bersumpah setiap pada ISIS -- suatu langkah yang kemudian diikuti kelompok di negara lain.

Pada Mei, ISIS menaklukkan Ramadi di Irak dan juga kota bersejarah di Palmyra, Suriah.

2016
Irak berhasil mengambil alih Fallujah di bulan Juni, salah satu kota yang dikuasai ISIS di awal-awal mula kekuasaan mereka. Pada Agustus, pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang disokong Amerika Serikat dan juga dipimpin pasukan Kurdi, mengambil alih kota Manbij di Suriah.

Tersengat oleh serangan Pasukan Kurdi, Turki meluncurkan serangan ke Suriah untuk melawan Pasukan Kurdi dan juga ISIS. Permusuhan antara Pasukan Kurdi dan Turki membuat operasi melawan ISIS semakin rumit.

2017
ISIS menderita kekalahan beruntun di banyak tempat. Pada Juni, setelah bertarung berbulan-bulan, ISIS kehilangan Mosul ke tangan Pasukan Irak. Pemerintah Irak pun mendeklarasikan kekhalifahan ISIS telah berakhir.

Pada September, pasukan Suriah dibantu oleh Rusia dan Iran membebaskan Deir al-Zor dan juga menegakkan kekuasan pemerintah di lembah Sungai Efrata. Pada Oktober, pasukan SDF mendorong keluar ISIS dari Raqqa.

2018
Pemerintah Suriah merebut kantung-kantung perjuangan ISIS di Yarmouk, bagian selatan Damaskus, dan juga di dataran tinggi Golan. Pasukan SDF juga berhasil merebut daerah perbatasan serta lembah sungai Efrata.

2019
SDF mengklaim berhasil mengalahkan pasukan ISIS di benteng pertahanan terakhir mereka di Baghouz. SDF juga menyatakan ISIS berhasil dikalahkan.

(vws)