Erdogan Menolak Dataran Tinggi Golan Jadi Wilayah Israel

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 18:20 WIB
Erdogan Menolak Dataran Tinggi Golan Jadi Wilayah Israel Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Kayhan Ozer/Presidential Palace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang hendak mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Menurut dia hal itu bakal memicu pertikaian baru, seperti ketika AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Kita tidak bisa membiarkan pendudukan Dataran Tinggi Golan menjadi sah," kata Erdogan dalam rapat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, seperti dilansir Reuters, Jumat (22/3).

Pemerintah Suriah dan dua sekutunya, Iran dan Rusia, juga mengecam pernyataan Trump. Mereka berjanji bakal merebut kembali kawasan itu dengan segala cara.


"Bangsa Suriah akan berusaha membebaskan tanah yang berharga ini dengan segenap cara," demikian pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Suriah, SANA.
Trump menyatakan hendak mengakui Dataran Tinggi Golan, yang merupakan wilayah sengketa, menjadi milik Israel. Kawasan itu diduduki oleh Negeri Zionis pada Perang Enam Hari 1967 dan dicaplok dari Suriah pada 1981.

"Setelah 52 tahun kini saatnya untuk Amerika Serikat mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang mana penting bagi strategi dan keamanan Israel serta kestabilan kawasan," cuit Trump melalui akun Twitter.

Sejumlah pihak menyayangkan langkah Trump soal Dataran Tinggi Golan. Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, menyatakan cemas dengan masa depan setelah sikap Trump itu.

"Apa yang akan terjadi di masa mendatang? Ketidakstabilan yang pasti dan pertumpahan darah di kawasan ini," kata Erekat.

[Gambas:Video CNN]

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menyatakan tetap mendukung Suriah mempertahankan Dataran Tinggi Golan.

"Kedaulatan wilayah adalah salah satu unsur mendasar dalam hukum internasional. Upaya AS untuk membenarkan aksi Israel melawan hukum internasional hanya akan menjurus kepada kekerasan di kawasan itu," kata Cavusoglu.

Israel menganggap Dataran Tinggi Golan sangat penting dari sisi pertahanan karena menjadi 'benteng' alami untuk menahan serangan dari wilayah Suriah. Apalagi saat ini front sudah terbuka karena Suriah merupakan sekutu Iran, yang merupakan musuh bebuyutan Negeri Zionis itu.
Mereka khawatir Iran bisa menggelar serangan terhadap Israel melalui Suriah. Apalagi Iran juga mengembangkan rudal jarak menengah dan mampu melakukan pengayaan uranium sebagai bahan utama pembuatan hulu ledak nuklir. (ayp/ayp)