Sempat Disebut Hilang, Warga Malaysia Tewas di Christchurch

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 18:57 WIB
Sempat Disebut Hilang, Warga Malaysia Tewas di Christchurch Seorang remaja Malaysia yang sempat dilaporkan hilang di Selandia Baru dipastikan tewas dalam teror penembakan masjid di Christchurch pekan lalu. (Reuters/SNPA/Martin Hunter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang remaja Malaysia yang sempat dilaporkan hilang di Selandia Baru dipastikan menjadi salah satu korban tewas dalam teror penembakan masjid di Christchurch pekan lalu.

"Dengan kesedihan mendalam dan simpati kepada keluarga, Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa Muhammad Haziq bin Mohd Tarmizi merupakan salah satu dari 50 korban yang kehilangan nyawanya dalam insiden penembakan tragis di Christchurch," demikian pernyataan Kemlu Malaysia, Kamis (21/3).

Menurut keterangan Kemlu Malaysia, Muhammad adalah putra salah satu warga mereka yang juga terluka dalam penembakan pada Jumat lalu tersebut, Mohd Tarmizi Shuib.


Wakil Perdana Menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, dan sejumlah pejabat negara lainnya pun mengucapkan belasungkawa atas kematian Muhammad.

"Sangat sedih menerima berita mengenai Muhammad Haziq Mohd Tarmizi, yang dinyatakan meninggal dalam kekerasan di Christchurch, Selandia Baru," tulis Wan Azizah melalui Twitter.



Dua warga negara Malaysia lainnya juga terluka dalam penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch itu.

Menteri dari Departemen Perdana Menteri Malaysia, Mujahid Yusof Rawa, akan terbang ke Christchurch untuk memberikan dukungan kepada warga Malaysua yang terkena dampak teror.

"Kementerian ingin media dan publik memahami dan menghargai perasaan anggota keluarga dalam periode yang sulit ini," demikian pernyataan dari kantor Mujahid.
Secara keseluruhan, penembakan di dua masjid di Christchurch pada Jumat lalu ini merenggut 50 nyawa, termasuk satu warga Indonesia, Lilik Abdul Hamid. Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa WNI tersebut sudah dimakamkan.

"Sudah dimakamkan di Selandia Baru karena sesuai permintaan keluarga kan yang sudah tinggal di sana," ujar juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Rabu (20/3). (has/has)