Belanda Masih Selidiki Motif Penembakan di Utrecht

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 18:50 WIB
Belanda Masih Selidiki Motif Penembakan di Utrecht Otoritas keamanan Belanda masih mencari motif penembakan di sebuah trem di kawasan 24 Otkoberplein, Utrecht, yang menewaskan tiga orang pada Senin (18/3). (Reuters/Piroschka van de Wouw)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas keamanan Belanda masih berupaya mencari motif penembakan di sebuah trem di kawasan 24 Otkoberplein, Utrecht, yang menewaskan tiga orang pada Senin (18/3) pagi. 

Jaksa Belanda sejauh ini belum bisa menemukan keterkaitan antara Gokmen Tanis, pelaku penembakan yang berasal dari Turki, dengan para korban.

Senada dengan jaksa, Komisioner Kepolisian Regional, Rob can Bree, juga menuturkan pihaknya belum bisa mengetahui relasi antara Tanis dengan ketiga korbannya.


Sementara itu, Perdana Menteri Mark Rutte juga menegaskan bahwa motif terorisme masih belum bisa dikesampingkan.
Melalui sebuah pernyataan, jaksa regional Belanda mengatakan mereka terus mempertimbangkan secara serius bahwa insiden penembakan kemarin merupakan aksi terorisme.

Sebelumnya, para jaksa Belanda juga telah mencurigai pria 37 tahun itu melakukan penembakan dengan niat terorisme.

Meski begitu, hingga kini belum jelas apakah Tanis, yang memiliki riwayat melanggar hukum, bertindak atas kepercayaan politik atau dendam pribadi.
Di bawah hukum Belanda, Tanis akan disidang pada Kamis (21/3) mendatang meski belum tentu menghadapi dakwaan.

Sementara itu, paman Tanis yang juga tinggal di Belanda, Mahmut Tanis, meragukan motif penembakan sang keponakan berkaitan dengan radikalisme.

"Melihat kondisi keponakan saya, kemungkinan bahwa apa yang ia lakukan adalah serangan teror sangat rendah," ucapnya seperti dikutip Reuters.

[Gambas:Video CNN]

Meski sudah tak melihat Tanis selama beberapa tahun terakhir, Mahmut menuturkan aksi keponakannya itu bisa saja berasal dari "masalah hati."

Tanis ditangkap kepolisian setelah tujuh jam dalam pencarian usai penembakan yang terjadi sekitar pukul 10.45 waktu setempat itu.

Ia sempat kabur menggunakan mobil Renault Clio curian berwarna merah. Selain Tanis, kepolisian Belanda juga menangkap dua tersangka lainnya. Namun, peran kedua orang tersebut belum jelas. (rds/has)