Jasad Khashoggi Diduga Dibakar di Oven Konsul Jenderal Saudi

CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 16:21 WIB
Jasad Khashoggi Diduga Dibakar di Oven Konsul Jenderal Saudi Jasad Jamal Khashoggi, wartawan pengkiritik MbS, diduga dibakar dalam sebuah oven besar yang terdapat di rumah dinas konsul jenderal Saudi di Istanbul, Turki. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jasad Jamal Khashoggi, wartawan pengkiritik Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), diduga dibakar dalam sebuah oven besar yang terdapat di rumah dinas konsul jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Hal itu terungkap dalam dokumenter terbaru Al Jazeera yang disiarkan dalam bahasa Arab pada Minggu (3/3) malam.

Dokumenter Al Jazeera itu merangkum wawancara sejumlah petugas keamanan, politikus, dan kerabat Khashoggi yang berada Turki.


Dalam laporan itu, aparat Turki disebut mulai memantau kemungkinan pembakaran di oven luar ruangan itu setelah mengetahui bahwa beberapa tas yang diyakini berisi jasad Khashoggi dikirim ke rumah dinas tersebut.
Pengiriman tas-tas itu terjadi tak lama setelah pembunuhan koresponden The Washington Post itu terjadi.

Rumah dinas konsul jenderal Saudi hanya berjarak beberapa meter dari kantor Konsulat Jenderal yang menjadi lokasi pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober lalu.

Beberapa kantong daging juga disebut dibakar dalam oven tersebut tak lama setelah pembunuhan terjadi. Langkah itu disebut guna menyembunyikan kremasi jasad Khashoggi.
Al Jazeera juga sempat mewawancarai seorang pekerja yang membangun perapian itu. Dia menyatakan bahwa perapian itu dibangun berdasarkan spesifikasi konsul Saudi yang meminta oven harus dibangun dalam dan tahan suhu di atas 1.000 derajat celcius.

Sementara itu, penyelidik Turki juga menemukan bercak darah Khashoggi di sejumlah titik pada tembok gedung konsulat setelah menghapus cat pada dinding-dinding tersebut.

Tim pembunuh yang disebut dikirim langsung dari Saudi diduga mengecat tembok tersebut setelah mengeksekusi Khashoggi.
Pembunuhan Khashoggi masih menjadi misteri bagi dunia meski telah empat bulan berlalu. Sejak masuk ke gedung konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu, wartawan itu tak pernah terlihat lagi batang hidungnya.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras membantah keterlibatan dalam pembunuhan sadis itu.

Kerajaan tersebut mengklaim bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh sejumlah pejabatnya di luar kewenangan mereka.

[Gambas:Video CNN]

Sejauh ini, Saudi telah menahan sebelas tersangka yang diduga terlibat insiden tersebut. Namun, otoritas Turki tetap menilai pembunuhan Khashoggi diperintahkan oleh pejabat tinggi Saudi.

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) bahkan menyimpulkan MbS lah yang memerintahkan langsung pembunuhan itu.

Pelapor khusus PBB, Agnes Callamard, juga menyimpulkan bahwa Khashoggi di bunuh dalam "operasi terencana oleh sejumlah pejabat Saudi." (rds/has)